Ratusan Juta Utang Pajak Dari Geprek Bensu, Begadang II, Bakso Sony Dan Padang Jaya

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana/ Tuti
Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana/ Tuti

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung, Yanwardi menyebutkan jika 4 tempat usaha kuliner ditutup lantaran tidak memanfaatkan tapping box dengan maksimal.


Ia membeberkan utang pajak 4 tempat usaha itu. "Kita pernah turun (ke RM Begadang II), diperkirakan tapping box kita Rp150 juta per bulan, namun hanya Rp60-80 juta yang disetor," jelasnya. 

Hal sama juga dilakukan Bakso dan Mie Ayam Son Haji Sony dengan tidak memanfaatkan tapping box dengan maksimal. 

"Bakso Sony diperkirakan membayar Rp 80-100 juta perbulan, tapi yang disetor hanya Rp30 juta per bulan," ujarnya. 

Sementara Geprek Bensu tertunggak utang pajak dari 2019 sekitar Rp300 juta. Lalu Padang Jaya menunggak pajak sekitar Rp432 juta. 

"Tidak hanya empat rumah makan kemarin yang disegel, ke depan yang menunggak juga akan disegel. Ini baru awal," jelasnya. 

Lalu, Inspektur Kota Bandarlampung, M Umar mengatakan hasil penyegelan yang telah dilakukan telah dikirim ke KPK, karena pemasaran tapping box bekerjasama antara pemerintah kota dengan KPK.  

"Hasil penyegelan kemarin sudah kita kirim laporannya ke KPK. Kita bukan bergerak sendiri semau kita, tapi berdasarkan undang-undang," ujarnya.

Diizinkan Buka Kembali 

Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana telah memberi izin 4 tempat usaha itu kembali buka . 

"Masalahnya sudah diselesaikan, karena tadi pagi sudah ke Bunda, dan kita sudah banyak bicara," kata Eva usai rapat tertutup dengan tenaga ahli di Gedung Tapis Berseri, Rabu (9/6). 

Bunda Eva sapaan akrab Eva Dwiana berharap para wajib pajak tidak melakukan tunggakan kembali, dan merasa menjadi satu kesatuan untuk membangun Kota Bandarlampung. 

"Mohon kepada seluruh wajib pajak, kita mohon bantuannya, dan kebersamaannya. Bunda berharap ini tidak terjadi lagi," ujarnya.