Ratusan Sapi dan Kambing di Lampung Terinfeksi PMK, Terbanyak Tulang Bawang

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti (tengah)/ Vera
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti (tengah)/ Vera

Ratusan hewan ternak sapi dan kambing yang terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Lampung berjumlah 299 ekor, empat ekor di antaranya dilaporkan mati. 


"Total hewan ternak yang terinfeksi PMK atau sakit PMK ada 299 ekor, sembuh 168 ekor, mati 4 dan paksa potong 14 ekor,"kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti, Senin (20/6).

Lili merincikan ratusan hewan itu berasal dari empat kabupaten yakni pertama Kabupaten Tulangbawang ada 121 ekor hewan yang terdiri dari 79 ekor sapi dan 42 ekor kambing.

"Lalu yang mati 2 ekor, sembuh 53 ekor terdiri dari 12 ekor sapi dan 41 ekor kambing sedangkan paksa potong 14 ekor," katanya.

Kedua Kabupaten Tulang Bawang Barat yang terinfeksi PMK ada 78 ekor sapi, mati 1 ekor, sembuh 77 ekor, ketiga Lampung Timur 82 ekor terdiri dari 76 ekor sapi dan 6 ekor lainnya kambing.

"Yang mati ada 1 ekor sapi , sembuh 18 ekor terdiri dari 6 kambing dan 12 kambing," ujar Lili mawarti.

Kemudian, yang keempat di Kabupaten Mesuji ada 18 ekor sapi yang terinfeksi PMK, namun kondisi untuk saat ini hewan ternak tersebut telah dinyatakan sembuh.

"Kita yang terpapar PMK sekitar 4 kabupaten yakni Tulang Bawang Barat, Mesuji, Tulang Bawang, Lampung timur," ucap Lili Mawarti.

Dia juga mengingatkan bahwa PMK ini cepat sekali menyebar terutama melalui udara dan sentuhan, tetapi tidak menular ke manusia.

"Cepat menular ke hewan ternak lainnya. Jadi jika kita bertemu dengan hewan sakit jangan langsung masuk ke kandang tetapi harusmembersihkan diri mulai dari semprot disenfektan, mandi, mencuci tangan, ganti baju dan sebagainya agar tidak menularkan penyakit tau virus," tutupnya.