Ratusan Warga Kerawang Aksi Minta Pemkot Bandar Lampung Segera Sertifikatkan Tanah

Warga Kerawang aksi minta Pemkot Bandar Lampung segera sertifikat tanah/Tuti
Warga Kerawang aksi minta Pemkot Bandar Lampung segera sertifikat tanah/Tuti

Ratusan warga Kerawang, Kelurahan Garuntang, Kecamatan Bumi Waras menggelar aksi di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Massa aksi meminta pemerintah agar segera mensertifikatkan tanah yang telah ditempati warga hingga puluhan tahun lalu. 


Koordinator massa aksi,  Herri Usman mengatakan sejak tahun 1950 warga telah menempati kawasan rawa itu. Namun tahun 1972 ada yang mengakui tanah tersebut. 

"Ada broker tanah yang merusak ketentraman kita. Mereka ingin merebut tanah-tanah yang dianggap bermasalah," kata Herri Usman, Senin (19/9). 

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 20 tahun 2021 tentang penertiban kawasan dan tanah telantar, disebutkan apabila sudah 20 tahun tanah telah dikuasai bisa diajukan sertifikat. Sehingga diharapkan pemerintah bisa membantu mensertifikatkan tanah tersebut. 

"Disana ada 147 KK dengan 800 jiwa yang setiap tahunnya membayar pajak bumi bangunan. Sehingga diharapkan bisa membantu mensertifikatkan tanah," ujarnya. 

Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Sukarma Wijaya yang menemui massa aksi mengaku tidak ada sejengkal tanah di Bandar Lampung yang tak berpemilik. Sehingga dengan sikap kehati-hatian akan ditindaklanjuti dengan cara yang benar. 

"Saya minta para tetua kampung untuk mengahadap saya kembali dengan membawa bukti dan kronologi. Agar langkah yang kita ambil tidak melanggar hukum," jelasnya.  

Lebih lanjut, Sukarma mengatakan sebetulnya kurang pas jika dilakukan aksi unjuk rasa. Pasalnya belum pernah ada komunikasi sebelumnya prihal permasalahan tanah Kerawang. 

"Jika terjadi kebuntuan komunikasi baru melakukan unjuk rasa, sedangkan ini belum pernah ada komunikasi sebelumnya," ujarnya.