Rektor Teknokrat Nasrullah Yusuf Jalin Komunikasi dengan Menko Polhukam Mahfud MD

Nasrullah Yusuf bersama Mahfud MD/ Ist
Nasrullah Yusuf bersama Mahfud MD/ Ist

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Prof. Mahfud MD mengajak peserta Konferensi Forum Rektor Indonesia sekaligus ajang Konvensi Kampus Ke-28 dan Temu Tahunan ke-24 Forum Rektor, untuk membangun politik, hukum, dan keamanan Indonesia dengan sehat sesuai dengan NKRI dan Pancasila.


Demikian disampaikan Mahfud sebagai salah satu pembicara dalam konferensi yang digelar diadakan di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mulai Sabtu (29/10) sampai hari ini, Minggu (30/10).

Mahfud juga memberikan apresiasi untuk Forum Rektor Indonesia yang sudah berkiprah di banyak bidang. Termasuk dengan membawa tema besar tahun ini yakni peran perguruan tinggi dalam mewujudkan kedaulatan pangan, energi, dan obat.

Mahfud mengatakan, menjelang pemilu 2024 ini diharapkan semua pihak menjaga kondusivitas sehingga tidak menimbulkan gejolak.

Kesempatan itu, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia yang juga Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia Dr HM Nasrullah Yusuf, SE, MBA, berkesempatan untuk berbincang dengan Mahfud.

Nasrullah didampingi Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad, SE, MM, dan Ketua Yayasan Pendidikan Teknokrat Dewi Sukmasari, SE, MSA, CA, Akt.

Dalam pertemuan itu, Nasrullah menekankan, peran perguruan tinggi memang penting dalam upaya mencapai kedaulatan pangan, energi, dan obat. Kampus, ujarnya, dengan kemampuan riset yang memadai, bisa mengambil peran yang penting.

Hasil riset itu kemudian bisa dikembangkan dalam skala massif untuk membantu ketercapaian kedaulatan yang dicita-citakan itu. Nasrullah berharap pertemuan ini benar-benar bisa mengahasilkan rumusan yang berguna dan konkret.

Nasrullah mengatakan, Teknokrat disesuaikan dengan kemampuan, memberikan dana riset kepada dosen agar hasil penelitian itu benar-benar bisa optimal diterapkan. Itu, ujarnya, menjadi bagian dari pengabdian kampus kepada bangsa dan negara.

Nasrullah menilai, kedaulatan pangan bisa diwujudkan dengan pendekatan teknologi yang sesuai. Dengan lahan yang ada, ditambah penggunaan teknologi, Nasrullah berkeyakinan, tujuan ini akan tercapai.