Rektor Unila Prof. karomani Ditangkap KPK, Intip Dua Rumah Mewahnya di Bandar Lampung

rumah besar dua tingkat dicat putih yang berada di RT 07 Kelurahan Rajabasa Jaya, Rajabasa, Bandar Lampung/Faiza
rumah besar dua tingkat dicat putih yang berada di RT 07 Kelurahan Rajabasa Jaya, Rajabasa, Bandar Lampung/Faiza

Warga Lampung dihebohkan oleh kabar Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Karomani yang di OTT KPK, Sabtu (20/8) dini hari.


Berdasarkan penelusuran Kantor berita RMOLLampung, Wakil Ketua PWNU Lampung ini juga memilih dua rumah mewah yang berada di Bandar Lampung. 

Salah satunya adalah rumah besar dua tingkat dicat putih yang berada di RT 07 Kelurahan Rajabasa Jaya, Rajabasa, Bandar Lampung.

Rumah itu jaga 24 jam oleh satpam, memiliki pagar putih tinggi dan besar yang terlihat sepi. Kita hanya bisa melihat bagian lantai dua rumahnya jika dari luar.

"Ini rumah pak karomani tapi dia belum lama nempatinnya baru pas puasa kemarin. Tapi pas lebaran dia gak di sini. Belum ditempatin sebetulnya, baru sekali kali dia datang," kata Ketua RT 07 Arsuluddin.

Ia mengatakan, rumah mewah itu baru selesai dibangun tahun 2022. Bahkan belum lama ini, Prof. Karomani mengundang sebagian warga untuk datang ke syukuran rumahnya.

"Pembangunannya agak lama dan baru satu tahunan ini selesai. Sebelum tanggal 17 Agustus kemarin ada acara syukuran dan sebagian warga diundang, ada istri dan anaknya juga," sambungnya.

Menurut Arsuluddin, informasi terkait Prof. Karomani ditangkap KPK sudah terdengar di lingkungannya. Namun, pihaknya juga belum tahu pasti soal kabar itu.

Selain itu, rumah mewah yang dimiliki Prof. Karomani berada di Gang Dahlia, Jl Sultan Haji, Kecamatan Kedaton. Rumah itu juga tampak sepi, hanya ada dua satpam yang sedang berjaga.

Kepala Lingkungan II RT 9 Hasiono Musa mengatakan, rumah itu merupakan rumah pertama yang dimiliki Prof. Karomani di Bandar Lampung kurang lebih 10 tahun lalu.

"Sebelum jadi rektor, Pak Karomani aktif bersosialisasi dengan warga. Tapi sejak jadi Rektor, sudah tidak pernah bersosialisasi, mungkin lebih sibuk," ujarnya.

Prof. Karomani memiliki harta kekayaan Rp3,1 miliar yang tercatat di LHKPN Periode 31 Maret 2022. 

Harta itu terdiri dari 8 tanah dan bangunan di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Serang, dan Pandeglang. Delapan tanah dan bangunan itu bernilai Rp 874,315 juta.

Kemudian, dia tercatat memiliki beberapa alat transportasi, di antaranya motor Honda Beat tahun 2010 senilai Rp 8 juta dan Mobil Suzuki Baleno Sedan tahun 2004 senilai Rp 95 juta. Total aset kendaraan yang dimiliki senilai Rp 103 juta.

Sedangkan harta bergerak lainnya tercatat senilai Rp 91,1 juta. Kemudian kas dan setara kas yang dia miliki Rp2,59 miliar. Namun, Prof. Karomani juga  memiliki utang senilai Rp476,8 Juta.

Saat menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila yang dilaporkan 31 Desember 2019, Prof. Karomani melaporkan dirinya memiliki harta Rp2,26 miliar.