Rektorat Unila Sweeping Sampah Dan Produksi Kompos

Relawan Lampung Sweeper Community (LSC) bersama Rektorat Universitas Lampung sweeping sampah dan upaya pemanfaatannya di Kampus Hijau, Minggu (2/8), pukul 07.00-11.00 WIB.


Hadir pada kegiatan yang pertama tersebut Rektor Prof. Dr. Karomani, M.Si, wakil rektor, dekan, wakil dekan, kepala lembaga, dan para dosen, serta para relawan LSC.


Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si ketika melihat proses pengolahan sampah/Foto Unila[/caption]


Ada dua tujuan kegiatan ini, kata Juru Bicara Universitas Lampung Nanang Trenggono, yakni membangun kesadaran terhadap kebersihan lingkungan kerja serta pengolahan sampah.


"Kita mengadakan simulasi proses pengolahan sampah berkelanjutan dalam rangka upaya pencapaian greenmatric Universitas Lampung," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung.


Relawan Lampung Sweeper Community (LSC) dan Rektorat Unila di depan gedung Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Unila /Foto Unila


Kegiatan dimulai dari Lapangan Rektorat dan di delapan fakultas. Lalu, kegiatan berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Lampung (reduce & recycle).


TPST Universitas Lampung memproduksi kompos hasil olahan sampah organik halus dengan harga Rp15.000 per bungkus dan organik kasar seharga Rp10.000 per bungkus.


Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si memberikan penjelasan sebelum aksi sweeping sampah/Foto Unila


Selain hasil olahan sampah, TPST Universitas Lampung juga memproduksi pencacah plastik.


Untuk limbah plastik dari pemulung, harga beli Rp3000/kg. Setelah dicacah dalam ukuran tertentu, harga jualnya mencapai Rp5.000/kg, kata Nanang Trenggono.


Dia berharap aktivitas ini bermanfaat untuk kebersihan, menjaga lingkungan hidup, dan bermanfaat secara ekonomi.