Rektornya Ditangkap KPK, Mahasiswa Unila Kecewa dan Malu

Gedung Rektorat Unila/Tuti
Gedung Rektorat Unila/Tuti

Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengaku kecewa atas operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Rektor Unila, Prof Karomani. Diduga Prof Karomani melakukan praktik korupsi suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri di Unila. 


Mahasiswa pascasarjana Unila, Wulan mengaku sedih dan malu jika kabar yang beredar itu benar. Menurutnya, Prof Karomani dikenal sosok yang cerdas, kritis, dan cekatan, serta disiplin saat mengajar.

"Saya tidak menyangka apalagi beliau ini notabennya aktivis, dan wakil ketua PWNU Lampung," kata Wulan, Sabtu (20/8). 

Tak seharusnya, pejabat di bidang pendidikan khususnya Unila yang sejak awal perkenalkan kepada mahasiswa baru sudah mengajarkan untuk menanamkan kejujuran dan menjauhi tindakan KKN, ternyata seperti menelan ludahnya sendiri.

"Saya berharap mudah-mudahan kabar itu tidak benar, cuma ada kesalahpahaman saja. Kalaupun benar yang harus disalahkan bukan lembaganya, tapi oknum," ujarnya. 

Sementara itu, mahasiswa sarjana Unila, Arjuna mengaku sangat menyayangkan kasus tersebut. Seharusnya orang nomor satu di Unila harus memberikan contoh yang baik untuk para mahasiswa. 

"Jangan sampai kasus seperti ini tidak terjadi lagi," jelasnya.