Rela ke Lampung Setiap Tahun, Rombongan Pedagang Asal Garut Jualan Bendera 

Pedagang bendera di Jalan Diponegoro/Tuti
Pedagang bendera di Jalan Diponegoro/Tuti

Penjual bendera Indonesia dan pernak-pernik kemerdekaan mulai memadati jalan protokol di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, seperti di Jalan Diponegoro. 


Arif salah satu warga Garut mengatakan sudah 5 kali datang ke Kota Bandar Lampung setiap tahunnya untuk berjualan bendera. Menurutnya, Bandar Lampung cukup potensial untuk berjualan bendera karena tidak seramai penjual seperti di Garut. 

"Menjelang 17 Agustus selalu datang ke sini. Ini sudah kelima kalinya. Kemarin berangkat dari Garut tanggal 23 Juli," kata Arif, Kamis (4/8). 

Ia mengaku datang ke Kota Bandar Lampung tidak hanya sendirian. Namun serombongan yang berjumlah 10 orang.

"Ada yang jualan hingga 12 Agustus, ada juga yang 18 Agustus. Mereka menyebar di Pahoman dan disini," ujarnya. 

Arif menjual bendera dengan berbagai jenis dan ukuran. Umbul-umbul dijual Rp30 ribu, background Rp200-350 ribu. 

"Alhamdulillah sudah banyak yang terjual. Mudah-mudahan penjualannya tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang masih pandemi Covid-19," jelasnya. 

Sementara itu, pedagang bendera lainnya, Suryana mengaku baru pertama berjualan bendera di Kota Bandar Lampung. Sebelumnya ia pekerjaan migran Indonesia di Korea. 

"Ngikut temen saja berjualan kesini. Alhamdulillah sudah laku 2 background dan 20 bendera," ujarnya.