Rendah, Inflasi Indeks Harga Konsumen Lampung

Ilustrasi pedagang di Pasar Tanjungkarang/RMOLLampung
Ilustrasi pedagang di Pasar Tanjungkarang/RMOLLampung

Inflasi  Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Lampung tahun 2020 tercatat rendah yakni sebesar 2,00% (yoy) atau melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,44% (year on year/yoy). 


"Pencapaian tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional dan Sumatera yaitu sebesar 1,69% (yoy) dan 1,90% (yoy)," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia  Provinsi Lampung Budiharto Setyawan.

Indeks Harga Konsumen adalah nomor indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga. 

Ia mengatakan  inflasi akan tetap terkendali pada rentang sasaran 3±1%. 

Namun terdapat beberapa risiko yang perlu dimitigasi diantaranya ketidakseimbangan jumlah pasokan komoditas bahan pangan.

"Kemudian  kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit, lalu  kenaikan harga kedelai yang berisiko mendorong naiknya harga bahan makanan termasuk harga produk peternakan serta kenaikan harga beras seiring masuknya periode tanam di beberapa sentra produksi," katanya, Jumat (8/1).

Lanjut Budiharto, untuk mengantisipasi beberapa risiko tersebut, diperlukan langkah-langkah pengendalian inflasi yang konkrit terutama untuk menjaga inflasi yang tetap rendah dan stabil, 

" Langkah-langkah tersebut yakni memastikan keterjangkauan harga,  memastikan ketersediaan pasokan sebagai antisipasi lonjakan permintaan akibat optimisme masyarakat akan adanya vaksin Covid-19, lalu memastikan kelancaran distribusi dan  menjaga stabilitas harga dan  meningkatkan komunikasi efektif terkait perkembangan harga,"tutupnya.