Residivis Spesialis Pencuri Sepeda Motor Ditangkap Reskrim Polsek Sukoharjo

Unit Reskrim Polsek Sukoharjo menunjukan tersangka dan barang bukti sepeda motor curiannya/Nurul RMOLLampung
Unit Reskrim Polsek Sukoharjo menunjukan tersangka dan barang bukti sepeda motor curiannya/Nurul RMOLLampung

Unit Reskrim Polsek Sukoharjo meringkus pencuri sepeda motor asal Pekon Waringin Sari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, inisial S (40), Rabu (2/6).


Kapolsek Sukoharjo Iptu Timur Irawan, Kamis (3/6), mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK, menuturkan pelaku diamankan petugas di Pekon Tulungagung, Kecamatan Gadingrejo, pukul 16.00 WIB.

Dijelaskanya, pelaku diamankan atas dugaan telah mencuri sepeda motor Honda Karisma BE 3817 UL milik Dulsalim saar parkir di perkebunan Pekon Waringinsari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Senin (31/5), pukul 13.00 WIB.

Selain itu, pelaku juga tersangka penggelapan sepeda motor jenis Honda Beat milik Candra Octarianto (25), warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu.

Setelah pelaku diamankan dan dilakukan proses pengembangan, selain melakukan pencurian sepeda motor milik Dulsalim,  juga telah mencuri di lima TKP lain.

"Ada 5 TKP lain yang menurut pengakuan pelaku juga pernah dicurinya yakni sepeda motor Honda Supra di areal perkebunan jagung Pekon Waringinsari, Honda karisma dan sepeda motor tril di areal perkebunan jagung Pekon Panggungrejo, Kecamatan Sukoharjo.

Selanjutnya dua TKP lainya  berada di wilayah Kabupaten Pesawaran, yakni sepeda motor Honda Legenda yang dicuri di areal persawahan Desa Roworejo dan sepeda motor Suzuki Smash yang berada areal perkebunan kelapa di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negerikaton, Kabupaten Pesawaran.

"Pelaku ini merupakan spesialis pencuri sepeda motor yang posisinya sedang diparkir diareal perkebunan dan sedang ditinggalkan pemiliknya bekerja di ladang," kata Iptu Timur Irawan.

"Sebagian barang bukti hasil kejahatan telah dijual oleh pelaku dan masih dalam proses pengembangan, dan menurut pelaku sepeda motor hasil curian tersebut dijual dengan harga kisaran 500 ribu per unit," jelasnya.

Sementara itu pelaku yang merupakan residivis kasus serupa dan baru keluar dari lembaga pemasyarakatan pada Agustus 2020 yang lalu itu mengaku bahwa sebab kembali melakukan aksi kriminalitas karena terpepet biaya kebutuhan hidup.

"Hasil dari kerja buruh tani tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup pelaku, jadi dirinya nekat mencuri lagi," tutur Kapolsek.

"Dalam proses penyidikan, pelaku kami jerat dengan pasal 372 KUHP terkait penggelapan dan pasal 363 KUHP terkait kasus pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," pungkasnya.