RKPD 2022 Diarahkan ke SDM Berkualitas, Anggaran Disdikbud Dipangkas 1,071 Triliun

Suasana sidang paripurna/ Vera
Suasana sidang paripurna/ Vera

Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Lampung pada tahun 2022 akan diarahkan pada memantapkan pemulihan ekonomi dan kesehatan serta peningkatan SDM berkualitas. Namun, berdasarkan plafon anggaran perangkat daerah banyaknya dilakukan pemangkasan. 


Sekdaprov Lampung, Fahrizal Darminto pada Sidang Paripurna DPRD mengatakan prioritas daerah dapat ditempuh melalui 6 jalur. Yakni meningkatkan investasi dan nilai tambah produk unggulan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur

"Reformasi birokrasi, kehidupan masyarakat yang religius aman dan berbudaya, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan mitigasi bencana," kata Fahrizal Darminto, Senin (15/11). 

Namun, berdasarkan plafon anggaran menurut perangkat daerah pada rencana APBD tahun anggaran 2022, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Lampung akan dikurangi anggarannya sebesar Rp 682 juta menjadi Rp 19,110 miliar. 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung juga dikurangi anggarannya sebesar Rp 7,548 miliar, menjadi Rp 27,958 miliar. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dikurangi Rp 2,385 miliar menjadi Rp 21,822 miliar. 

Lalu Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia mengalami pengurangan Rp 1,443 miliar, menjadi Rp 34,058 miliar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dipangkas Rp 1,071 triliun menjadi Rp 1,754 triliun.

Sementara, Dinas Kesehatan mendapatkan tambahan anggaran Rp 7 miliar atau Rp 286,897 miliar, sebelumnya APBD 2021 mendapatkan anggaran Rp 279,893 miliar. 

Sementara, Dinas Kesehatan mendapatkan tambahan anggaran Rp 7 miliar atau Rp 286,897 miliar, sebelumnya APBD 2021 mendapatkan anggaran Rp 279,893 miliar. 

Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek akan mendapatkan tambahan anggaran pada rencana APBD 2022 sebesar Rp 3,801 miliar menjadi Rp 409,672 miliar. 

Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek akan mendapatkan tambahan anggaran pada rencana APBD 2022 sebesar Rp 3,801 miliar menjadi Rp 409,672 miliar.