Rp414 Juta Hasil Lelang Aset Alay Dikembalikan Ke Kas Negara

Kasipenkum Kejati Lampung, Andre W. Setiawan/ Faiza Ukhti
Kasipenkum Kejati Lampung, Andre W. Setiawan/ Faiza Ukhti

Kejaksaan RI merilis daftar barang rampasan negara perkara tindak pidana korupsi Bank Tripanca Setiadana atas Nama Terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay yang sudah laku terjual.


Daftar ini disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung, Andre W. Setiawan, Kamis (11/2) malam.

Aset ini berupa bidang tanah di empat lokasi, yakni sebidang tanah tegalan dengan SHM No. 911 atas nama Supiyem di Desa Candimas, Natar, Lampung Selatan yang laku terjual Rp287.140.000.

Kemudian, sebidang tanah kosong dengan SHM No. 1301/W.Lk, atas nama Nyonya Tung Meliana, di Kelurahan Waylunik, Panjang, Bandarlampung yang laku terjual Rp31. 674.800.

Sebidang tanah kosong dengan SHM No. 1288/W.Lk, atas nama Nyonya Tung Meliana, di Kelurahan Waylunik, Panjang, Bandarlampung yang laku terjual Rp35.280.000.

Terakhir, sebidang tanah kosong dengan SHM No. 963 atas nama Sugiharto Wiharjo (eks Jufran) di RT 26/10 Desa Branti Raya, Natar, Lampung Selatan yang laku terjual Rp60.450.000.

Proses lelang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atas permohonan Pusat Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Republik Indonesia (PPA Kejagung RI) dengan total hasil penjualan Rp414.450.800.

Andrie menegaskan, tidak ada aset yang dijual tanpa dilelang. Sementara, untuk sisa aset yang belum laku, selanjutnya kejaksaan akan melelang kembali aset tersebut. 

Andrie melanjutkan, barang rampasan langsung disetor ke Kas Negara dalam akun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) barang rampasan. 

“Tidak sama dengan cicilan pengganti, aset barang rampasan berdasarkan putusan MA Nomor 510”, kata dia. 

Sementara, aset-aset yang pernah menjadi jaminan pada akta damai antara Alay dengan Satono (Bupati Lampung Timur) dan telah ada penetapan Pengadilan Negeri (PN) dinyatakan tidak clear lantaran ada sengketa perdata atau beralih secara perdata.

"Jadi kejaksaan tidak lakukan sita eksekusi uang pengganti. Untuk mobil karena sudah masuk dalam penyitaan penyidikan TP perbankan tidak masuk dalam penetapan sita eksekusi perdata," tambahnya. 

Mobil-mobil tersebut, lanjut Andrie, kemudian masuk dalam putusan MA 510 untuk kemudian dirampas negara tapi tidak diperhitungkan sebagai uang pengganti. 

"Aset-aset tersebut juga ada dalam penguasaan hak tanggungan bank. Maka saat ini Jaksa fokus untuk mencari aset-aset yg clear dan tetap berupaya memulihkan kerugian negara yang di akibatkan oleh terpidana Sugiarto Wiharjo," pungkasnya.