RSUD Batin Mangunang Kotaagung Utamakan Kemanusiaan

Dinakhodai dr. Diyan Ekawati, Sp.P. selaku Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mengunang Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, mendapat pengakuan dan terakreditasi.


Diyan Ekawati mengatakan, rumah sakit ini melayani pasien rawat antara 30 sampai dengan 50 pasien perhari, terdiri dari pasien BPJS dan Umum, baik yang rawat jalan dan rawat inap.


Para pasien akan dilayani 150 perawat dan bidan, dari 341 PNS dan non PNS di rumah sakit ini.



Selain bidan dan perawat,  disini ada dokter spesialis dasar 4 terpenuhi, diantaranya dokter penyakit dalam, dokter anak, dokter bedah dan dokter kandungan, selain dokter spesialis ada 6 dokter umum, termasuk saya dokter spesialis paru-paru, semuanya standby setiap hari dengan bergantian shift.


"Selain didukung dengan dokter spesialis, rumah sakit ini juga didukung dengan peralatan penunjang diantaranya, kita punya radiologi, lab, parmasi, kita juga punya kesehatan lingkungan, laundry untuk mencuci peralatan rumah sakit yang kotor," ucapnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (27/2).


Di RSUD Batin Mengunang juga sudah mempunyai dokter spesialis yang lengkap, ada dokter automedik, dokter spesialis paru.



"Kita akan mempunyai dokter mata. Lalu, tiga tahun lagi kita akan punya dokter syaraf, dan akan kita tambah dokter bedah, kita akan selalu mengupayakan demi kemajuan rumah sakit ini," jelasnya.


Memang diakui masih ada kekurangan dalam pelayanan. Dari sekian ratus yang dirawat pasti ada satu kesalahan, tapi rumah sakti akan selalu memperbaikinya.


Untuk pasien rawat inap, kami tidak menerapkan saklak, pasien seperti ini harus dirawat sekian dan harus pulang. RSUD mengutamakan kemanusian bukan bisnis.



Artinya, kalau pasien belum sembuh tidak dibolehkan pulang.  Pasien boleh pulang setelah membaik, sembuh atau meningal dunia, kondisi itu baru boleh pulang, kecuali atas permintaan keluarga pasien sendiri.


"Untuk melakukan rujukan pasien kerumah sakit yang sudah terkoneksi harus melalui rekomendasi rumah sakit, juga harus mengikuti standar operasional pelayanan (SOP) rumah sakit, dengan mengunakan ambulans dan dikawal oleh perawat rumah sakit," jelasnya.


Ditambahkannya, sebelum pasien diberangkatkan, ada beberapa administrasi yang harus diselesaikan, diantaranya sisrut RSUD Batin Mengunang yang terpantau oleh sistem rujukan, yang berlaku ketika mengirim bukan hanya pasien BPJS.



"Kita harus memastikan rumah sakit yang akan dituju harus menerima pasien yang kita rujuk," ujarnya.


Menurutnya, ketika akan merujuk pasien, yang diminta rumah sakit yang dituju adalah sisrutnya. Karenanya membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.


Karena kita harus menginfut data data pasien, data hasil pemeriksaan, infut diaknosis kemudian rumah sakit yang kita tuju harus menerima pasien itu, barulah kita mengirim pasien dengan mengunakan ambulans rumah sakit.


"Hal teknis semacam itu yang mungkin belum dipahami dengan baik oleh keluarga pasien, juga masyarakat secara umum, ini merupakan pekerjaan rumah buat kami, kami memaklumi kalau masyarakat sudah terstigma dengan pelayanan yang kurang baik," ucapnya.


RSUD Batin Mangunang akan bekerjasama dengan jajaran kesehatan lain, bagaimana caranya mensosialisasikan dengan baik, supaya tidak terjadi kesalahan persepsi.


Kabag TU RSUD Batin Mengunang, Budi Gzali menambahkan, dulu dirumah sakit ini ada program wajib kerja dokter spesialis, sekarang diganti dengan PGDS (pendaya gunaan dokter spesialis).



"Kami bisa minta bantuan dari kementrian kesehatan, jika mengalami kesulitan itu merupakan program wajib, dan saat ini menjadi program pilihan saja," katanya.


RSUD Batin Mangunang sudah mengajukan dokter spesialis dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Saat ini rumah sakit ini sudah mendapatkan dokter spesialis anastesi, yang didatangkan dengan kontrak, bukan PNS.


Dokter anak diambil dari program BKBS, dan sejauh ini terus dilakukan untuk menjamin ketersedian dokter di rumah sakit ini.


"Untuk kebersihan kami ada tenaga kebersihan, dan kami melakukan kerja bakti di setiap Hari Jumat," katanya.