RSUDBM Penuh, Sekdakab Tanggamus: Pasien Covid-19 Diarahkan Ke Puskesmas

Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis inspeksi sidak ke Kantor BPBD/Diskominfo Tanggamus
Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis inspeksi sidak ke Kantor BPBD/Diskominfo Tanggamus

Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor BPBD setempat, Kamis (24/9).


Sekdakab menginstruksikan agar jajaran BPBD melaksanakan apel pagi dan melakukan evaluasi kinerja, baik pejabat maupun jajarannya, untuk lebih meningkatkan kinerja dalam menghadapi bencana Covid-19 dan bencana alam maupun bencana non alam.

Sekdakab juga meminta agar jajaran BPBD mengkaji untuk dibentuknya Pos yang ada di ujung wilayah Tanggamus, yang berbatasan dengan Bandarlampung, sebagai bentuk perpanjangan tangan BPBD, yang ditempati oleh anggota BPBD disaat terjadi bencana non alam maupaun bencana alam yang berada di dua Kecamatan Umbar dan Kelumbayan Induk.

"Kita akan merekrut satuan tugas (satgas) BPBD yang menjadi ujung tombak, yang akan direkrut dari TKS (Tenaga Kerja Sukarela) kita sebanyak 10 orang," jelas Sekda.

Sekdakab melanjutkan, BPBD juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Destana Tanggap Darurat dalam pandemi Covid-19 atau bencana non alam.

"Sementara itu menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa bencana non alam ini, masyarakat harus diberikan pemahaman dan masyarakat harus mendukung kita untuk melaksanakan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan mawas diri, jangan ciptakan keramaian dan jangan datangi keramaian karena pandemi ini tidak memilih tempat dan usia," ujarnya.

Selain itu Sekdakab meminta, agar jajarannya memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa pasien Covid-19 yang diisolasi tersebut, harus diisolasi dalam ruangan agar tidak menularkan pada lingkungannya.

Pasien tidak diperbolehkan keluar dari ruangan, terkecuali kalau pasien sudah di swab kembali, dan hasil swabnya negatif. Bila benar-benar negatif baru diperbolehkan keluar atau pulang.

"Dikarenakan rumah sakit kita, RSUD Batin Mangunang (BM) sudah tidak memungkinkan untuk menampung, dan juga petugas kita sangat terbatas, maka kita arahkan ke Puskesmas Rawat Inap (PRI) di 13 kecamatan se-Tanggamus," pungkasnya.