Rugikan Negara Rp3,1 Miliar, Dirut PT LJU dan Swasta Tersangka

Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra Adnyana/ Faiza
Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra Adnyana/ Faiza

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung merilis hasil audit kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Lampung Jasa Utama (LJU). 


Kasipenkum Kejati Lampung I Made Agus Putra Adnyana mengatakan, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian kerugian negara mencapai Rp3,1 miliar. 

"Total kerugian negara ditaksir Rp.3.158.671.737," katanya, Rabu (13/10).

Ia melanjutkan, kasus korupsi pengadaan batu dan pasir tahun anggaran 2016-2018 ini masih tahap penyidikan. Sehingga, kerugian negara unu sebagai acuan untuk meningkatkan statusnya. 

Kejati Lampung sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, yakni Direktur Utama PT LJU berinisial AJU dan pihak swasta berinisial AJY sebagai pihak yang bekerjasama pengadaan batu dan pasir untuk jalan tol. 

Modus kasus ini adalah menggunakan perusahaan batu fiktif yang tidak mempunyai batu dan lahan dengan sistem preorder. Nilai kerjasamanya mencapai Rp7 Miliar.