Rumah Makan Sederhana, Soto Boyolali, Pecel Lele Mbak Mar dan Gaaram Disegel

Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan penyegelan rumah makan yang tunggak pajak dan tidak maksimal menggunakan tapping box/ Tuti Nurkhomariyah
Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan penyegelan rumah makan yang tunggak pajak dan tidak maksimal menggunakan tapping box/ Tuti Nurkhomariyah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung kembali menyegel empat rumah makan akibat menunggak pajak dan tidak maksimal menggunakan tapping box.


Empat rumah makan tersebut yaitu rumah makan Sederhana di Jalan Tengku Umar, Soto Sedap Boyolali dan Pecel lele Mbak mar di Jalan Sultan Agung, serta Gaaram Indonesia crispy chicken di Mall Bumei Kedaton. 

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung, Yanwardi menyebutkan rumah makan Sederhana disegel akibat tidak maksimal dalam menggunakan tapping box. Seharusnya berdasarkan proyeksi membayar sebesar Rp 12-15 juta per bulan, namun yang disetorkan hanya Rp 5 juta. 

"Soto Sedap Boyolali tidak maksimal dalam penggunaan tapping box. Proyeksi yang harusnya dibayar Rp 10 juta tapi yang dibayar hanya Rp 3,5 juta per bulan," kata Yanwardi, Rabu (23/6). 

Sementara, Pecel Lele Mbak Mar menunggak pajak sejak Maret 2020, serta tidak maksimal menggunakan tapping box. Pajak yang seharusnya dibayar sebesar Rp 6,5 juta, namun yang dibayarkan hanya Rp 1 juta per bulan. 

"Gaaram Indonesia Crispy Chicken disegel akibat nunggak pajak Rp 119 juta dari Juli 2020 hingga Mei 2021," ujarnya. 

Sementara, pemilik Pecel Lele Mbak Mar, Deden mengaku tidak tahu menahu terkait tunggakan pajak, pasalnya ia sebagai pengelola baru. 

"Memang kita tidak mengetahui pajak dan retribusi lainnya. Management yang lama mungkin ada kelalaian yang sehingga imbasnya ke kami," jelasnya. 

Deden mengaku akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut, agar gerainya bisa segera dibuka. 

"Ini akan kita selesaikan, tapi dengan tunggak yang kita tidak tahu. Tapping Box kita gunakan," ujarnya.