Rumdis Unila Tidak Bisa Dialihkan Status, Jubir Rektor Beberkan Aturannya

Juru Bicara Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin/ Tuti Nurkhomariyah
Juru Bicara Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin/ Tuti Nurkhomariyah

Rumah negara/rumah dinas (Rumdis) Unila merupakan rumah negara golongan I yang tidak bisa dialihkan statusnya.


Juru Bicara (Jubir) Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin membeberkan, aturan yang menyatakan jika rumah negara/Rumdis Unila masuk golongan I yakni Pasal 12 ayat (3a) Peraturan Pemerintah nomor 31 tahun 2005 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 Tentang Rumah Negara. 

"Disebutkan bahwa rumah negara yang mempunyai fungsi secara langsung melayani atau terletak dalam lingkungan suatu kantor instansi, rumah sakit sekolah, perguruan tinggi, pelabuhan udara, pelabuhan laut dan laboratorium/balai penelitian ditetapkan menjadi rumah negara golongan I," kata Kahfie Nazaruddin kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (3/7).

Sementara, aturan yang menyebutkan jika rumah negara golongan I tidak dapat dialihkan statusnya, tertuang pada pasal 14 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1994 Tentang Rumah Negara. 

"Disebutkan bahwa rumah negara golongan I tidak dapat dialihkan statusnya," ujarnya. 

Lalu dijelaskan juga pada pasal 7 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 76 tahun 2008 tentang Pengelolaan Rumah Negara di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional, menyebutkan bahwa surat izin penghunian rumah negara berakhir jika pegawai negeri sipil (PNS) pensiun, meninggal dunia dan berhenti sebagai PNS.  

"Kebijakan yang diambil adalah untuk penghuni rumah negara yang telah pensiun dan atau meninggal dunia (termasuk suami atau isteri) diminta untuk menyerahkan rumah negara kepada Unila selambatnya 31 Desember 2021 dengan melakukan pengosongan," jelasnya.