Rusa Timor Di Penangkaran Unila Melahirkan Secara Alami

Penangkaran rusa Unila/ Tuti
Penangkaran rusa Unila/ Tuti

Penangkaran rusa Universitas Lampung (Unila) berhasil mengembangbiakkan Rusa Timor atau Cervus Timorensis secara alami.


Rusa indukan betina bernama Dwi dari jantan bernama Karomani, berhasil melahirkan seekor bayi yang belum diberi nama. 

"Dua hari lalu melahirkannya. Untuk jenis kelaminnya belum sempat ngecek, belum tahu jantan atau betinanya," kata Kepala Tim Konservasi Rusa Unila, Bainah Sari Dewi, Selasa (25/5). 

Menurutnya, dengan lahir seekor rusa ini menambah jumlah rusa yang ada di penangkaran ini, yang mana sebelumnya 8 ekor menjadi 9 ekor. 

"Rusa jantan ada empat ekor, kita beri nama Karomani, Asep, Sugeng dan Irwan. Sementara betina juga empat bernama Lusi, Atik, Dwi, dan Kiki," ujarnya. 

Lebih lanjut, Bainah menjelaskan nama-nama tersebut diambil dari tokoh-tokoh Unila atau para pimpinan Unila yang telah berkontribusi dalam penangkaran rusa Unila. 

"Sugeng itu berasal dari nama Prof Sugeng yang merupakan penggagas penangkaran rusa Unila pada tahun 2001," jelasnya. 

Sementara, dalam perawatan bayi rusa tersebut, dokter hewan Unila hanya memberikan vitamin dan desinfektan untuk menghilangkan kutu. 

"Sebelumnya rusa kan satwa liar jadi ibunya yang melindungi. Dari segi perawatan asalkan ibunya sehat mudah-mudahan bayinya sehat," ujarnya. 

Dalam setahun biasanya penangkaran rusa Unila mampu mengembangkan seorang bayi rusa. Tahun lalu pada bulan Februari seekor bayi rusa betina dilahirkan. 

"Rusa jantan itukan bisa menghamili beberapa betina, komponennya 1 jantan 4 betina. Jadi setahun itu bisa melahirkan satu atau dua ekor. Tahun lalu Kiki lahir pada bulan Februari," jelasnya.