Saldo Penerima Bantuan Non Tunai Di Tanggamus Sering Nol

Program penagulangan kemiskinan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terhitung sejak Maret 2020 mengalami kenaikan menjadi Rp 200 ribu dari semula Rp 110.000.


Program pemerintah yang langsung menyentuh rakyat kecil,
ternyata di lapangannya masih banyak permasalahan.

Diantaranya banyaknya Kartu Keluarga Penerima Manfaat
(KPM) saldonya kosong, bahkan berbulan-bulan.

Salah satu KPM yang saldonya kosong menjelaskan, dirinya terdaftar
dan mendapat kartu KPM sekitar pertengahan tahun 2019.

"Pembagian bulan pertama dan kedua, pertama saya
mendapatkan beras 8 kg, dan telur 6 biji, begitu juga dengan bulan keduanya,
setelah itu tidak lagi," kata dia yang enggan disebut namanya, Kamis (2/4).

Tahun 2020 ini, dia mendapatkan beras 10 kg, telur dan
sayuran di bulan Pebruari, bulan januari dan maret, saldonya kosong.

"Saldo yang kosong juga terjadi dengan nasabah lain
secara bergantian, tidak tetap," jelasnya.

Koordinator pendamping BPNT Dinsos Tanggamus, Fadli
melalui sambungan telpon menjelaskan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan
kartu BPNT itu kosong.

Pertama, tidak masuk data bayar dari pusat, dan yang
kedua kartu Program Keluarga Harapan (PKH) yang lagi singelisasi kartu dari
Bank Mandiri.

Ia mengatakan, proses itu Bank Mandiri pusat yang
menentukannya, bisa satu bulan lebih, dan kita tidak tau kapan selesainya.

"Yang jelasnya data sudah kami setor ke pusat,"
katanya.

Menurutnya, tidak ada laporan setiap bulan dari
pendamping, seharusnya setiap bulan mereka mendata nama-nama kpm yang saldonya
0%, mulai dari No Kartu, No Rekening, dan melaporkan ke kami, akan kami cek
data itu masuk atau tidak ucapnya.

"Kalau ada permainan saya jamin tidak ada, ini murni
kesalahan dari pusat. Untuk saldo kpm yang kosong beberapa bulan, akan tetap
diterima kalau ia masuk sitem data bayar, ketika ada penghitungan saldo ulang
yang kami kirim kepusat, kalau tidak termasuk itu, ya kami tidak bisa jamin,
tapi kami akan tetap mengupayakannya," jelas Fadli.

Ia juga mengatakan, terhitung dari Januari 2020 kuota
saldo Rp 150 ribu/kpm. Karena ada penanganan wabah vovid-19, /maret naik
menjadi Rp 200 ribu, dan tidak ada pemotongan, juga penarikan dalam bentuk
apapun oleh agen. 'Kalau itu terjadi segera laporkan," pungkas dia.