Sampah Dibiarkan Menumpuk Di Jalan Pekon Balak Wonosobo

Di tengah pandemi covid-19, Pemerintah gencar mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), mulai dari bersih diri, hingga lingkungan.


Tapi, pemandangan berbanding terbalik seperti luput dari
perhatian pihak terkait, mulai dari Pemerintah Pekon, Kecamatan Terlebih Pemkab
Tanggamus, dalam hal ini Dinas Kebersihan.

Saat RMOLLampung melintas di jalan raya Pekon Balak Kecamatan Wonosobo, Tanggamus, Sabtu (18/4) tepatnya diantara dua jembatan Siring Betik pekon setempat, terlihat tumpukan sampah dengan bau menyengat, seakan luput dari perhatian pihak terkait dalam hal ini Dinas Kebersihan.

Kepada RMOLLampung,
salah satu pengguna jalan mengatakan, kalau lewat tepatnya disini bau busuk
sampah  sangat mengangu sekali.

"Kalau keadaan seperti ini terus dibiarkan, lama kelamaan
tempat ini akan menjadi tempat pembuangan sampah, dan tidak tertutup
kemungkinan sampah akan menumpuk seperti di tempat pembuangan ahir sampah,"
katanya.

Warga setempat, Khoiri mengatakan, sangat menyayangkan sekali adanya tumpukan sampah itu, yang sangat mengangu sekali khusunya pengguna jalan yang melintas, apalagi ini sudah berlangsung lama.

Menurutnya, saat ini pemerintah pusat dan daerah
gencar-gencarnya mensosialisasikan bahaya Covid-19, bahkan Pemkab Tanggamus
melakukan Refocusing APBD untuk penangannanya.

Tapi sumber penyakit yang mungkin ditimbulkan oleh bau
busuk tumpukan sampah yang tepat berada di pinggir jalan lintas barat, yang
banyak dilalui kendaraan tujuan kabupaten juga provinsi bengkulu, seakan
terabaikan.

"Kemana mobil Bude Sari dan petugasnya, apa mungkin
mereka tidak pernah lewat jalan ini," tanyanya.

Ia berharap ada tindakan nyata dari Pemkab Tanggamus
untuk menanganni masalah ini, karena ini masuk dalam program 55 aksi Bupati dan
Wakilnya.

Ia juga mengharapkan kesadaran masyarakat agar tidak
membuang sampah sembarangan, apalagi saat ini lagi musim penghujan, sangat
mungkin tumpukan sampah itu bakal menjadi sumber penyakit baru.