Satmakura-Brigif 4 Marinir Garap 1300 Ha Untuk Ketahanan Pangan

Muchtar Sani, Kolonel Nawawi, Ginta Wirasenjaya, bersama tim lainnya ketika meninjau lahan/Foto RMOLLampung
Muchtar Sani, Kolonel Nawawi, Ginta Wirasenjaya, bersama tim lainnya ketika meninjau lahan/Foto RMOLLampung

Satmakura Incorp bersama Brigif 4 Marinir TNI AL merencanakan penggarapan lahan 1300-an hektare dalam upaya partisipasi mewujudkan ketahanan pangan nasional.


"Satmakura dibuat untuk menyatukan berbagai pihak dalam upaya peningkatan produktivitas pangan," ujar Muchtar Sani, pimpinan Satmakura Incorp kepada RMOLLampung, Sabtu (3/10) .

Dijelaskan pula oleh Ketua Program Satmakura Ketapang Ginta Wiryasenjaya, Satmakura (Satukan Masyarakat Kerahkan Untuk Rakyat) memiliki lahan 1300-an hektare yang belum dimanfaatkan optimal.

Satmakura dan Brigif 4 Marinir TNI AL melibatkan akademisi dari Universitas Lampung untuk pengolahan lahan secara modern/Foto RMOLLampung.

Dengan sinergisitas banyak pihak, terutama masyarakat dan aparat sekitar kawasan, Ginta optimis lahan tersebut bisa ikut menyumbang program Presiden Jokowi soal ketahanan pangan nasional.

Di kawasan yang berada di Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Satmakura dan Brigif 4 Marinir TNI AL serta akademisi akan memodernisasi sistem pengolahan lahannya.

Danbrigif 4 Marinir TNI AL Kolonel Nawawi menyambut antusias rencana Satmakura. Menurut dua, TNI dan pemerintah telah MOU untuk bersama meningkatkan ketahanan pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional.

Muchtar Sani menjelaskan konsep pengolahan sekitar 1300 hektare yang akan melibatkan banyak pihak dalam upaya bersama partisipasi terhadap program ketahanan pangan nasional/Foto RMOLLampung.

Muchtar Sani optimistis dengan cara bersama semua pihak hasilnya bakal dinikmati pula banyak pihak. "Penghasilan warga bisa ikut meningkat," katanya.

Dia berobsesi lahan tersebut menjadi kawasan percontohan pengolahan lahan secara modern dan sustainable dalam upaya menuju ketahanan pangan nasional.

"Tak ada limbah yang terbuang dari proses pengolahan lahan dan peternakan, semua bisa dimanfaatkan kembali, sisa tanaman buat ternak, kotoran ternak untuk pupuk," urainya.

Ginta Wiryasenjaya mengatakan sudah survai dan rapat membahas soal ini. Pihaknya kini tengah menyiapkan yayasan atau badan hukumnya yang berorientasi sosiak.

"Doakan dengan kebersamaan rencana ini sukses," ujarnya.