Satu Meninggal, Bayi Gagal Ginjal Lainnya Masih Dirawat di RSUDAM

Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, Lukman Pura/Tuti
Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek, Lukman Pura/Tuti

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek, Lukman Pura menyebutkan kondisi bayi 13 bulan yang mengidap gagal ginjal dalam kondisi stabil. Namun dihari ketiga perawatan masih belum buang air kecil.


“Secara kesadaran tanda-tanda vital bagus, menetek dan menangis kuat. Belum ada tanda-tanda bendungan di paru-paru dan bengkak sudah rada berkurang,” kata Lukman Pura, Senin (24/10). 

Menurutnya, ia telah membentuk tim intervensi jika pasien terus membangkak dan membutuhkan cuci darah. Untuk di Lampung belum pernah dilakukan penanganan cuci darah pada bayi, namun pihaknya memiliki dokter ahli ginjal anak yang masih bersekolah di UI untuk berkoordinasi.

“Kita juga sudah konsultasi ke dengan rumah sakit di Bandung, Jakarta dan Pelembang. Kita ikuti aturan yang ada. Di RSUD Abdul Moeloek sendiri memiliki 3 dokter ahli ginjal dewasa,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Lukman Pura menjelaskan ditemukan juga satu bayi suspek gagal ginjal. Dimana bayi mengalami dehidrasi akibat diare yang berlebih, namun setelah di infus bayi tersebut mau buang air kecil.

“Alhamdulilah setelah di infus bayi telah kecing 200 cc,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun perlu waspada. Diimbau juga untuk tidak mengkonsumsi sirup sampai terbukti tidak ada pencemaran. 

“Jika anandanya batuk pilek, tidak buang air kecil segara mencari pelayanan kesehatan terdekat boleh bidan, puskesmas, maupun rumah sakit. Jangan khawatir ini bukan penyakit menular,” ujarnya. 

Diketahui, kasus gagal ginjal di Lampung tercatat satu meninggal dunia, satu dirawat dan satu suspek.