Satu Pengedar Dan 2 Kurir Ditangkap, Salah Satunya Mahasiswa Pringsewu

Polres Tanggamus ekpose ungkap kasus narkoba/Humas Polres Tanggamus
Polres Tanggamus ekpose ungkap kasus narkoba/Humas Polres Tanggamus

Satres Narkoba Polres Tanggamus berhasil menangkap seorang pengedar dan dua kurir peredaran narkoba jenis sabu di Kecamatan Pugung.


Dua tersangka Soni (28) dan Gun (21) merupakan warga Pekon Tiuh Memon. Kemudian seorang remaja 16 tahun berinisal RA. Ketiganya warga Kecamatan Pugung.

Dari penggerebrebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan 95 paket sabu siap edar seberat 159,05 gram senilai Rp150 juta.

Paketan sabu bervariasi yakni paket besar diantaranya 6 plastik seharga Rp60 juta. Lalu 11 plastik klip ukuran sedang seharga Rp.55 juta.

Kemudian, 5 plastik klip seharga Rp12,5 juta, 1 plastik seharga Rp. 3 juta gram, 1 plastik klip seharga Rp1 juta, 6 plastik klip senilai Rp3 juta, 14 plastik klip paket Rp300 ribu.

Selanjutnya, 11 plastik klip paket Rp250 ribu, 13  plastik klip paket Rp200 ribu, 15 plastik klip paket Rp150 ribu dan 12 plastik klip paket Rp100 ribu.

Selain sabu, petugas juga mengamankan 3 butir pil berwarna hijau diduga inex, 2 daun ganja kering, 3 bungkus plastik klip ukuran besar berisi plastik klip kosong, 2 buah timbangan digital, 7 unit handphone., 2 sepeda motor dan uang Rp1.660.000.

Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Waka Polres Kompol Heti Patmawati mengungkapkan,  penangkapan para tersangka tergolong dramatis. Pasalnya tim yang dipimpin Kasat Resnarkoba AKP I Made Indra Wijaya harus berjibaku mengejar para tersangka yang hendak melarikan diri. Beruntung, akhirnya mereka ditangkap dengan lengan kosong.

"Saat tim melakukan penggerebekan, para pelaku diduga lebih dari 3 orang sempat berlarian. Setelah dilakukan pengejaran, ketiganya berhasil ditangkap," ujarnya.

Setelah penangkapan, tim kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan yang baru sekitar 2 mingguan dipergunakan para tersangka menjual barang haram tersebut. Ditemukan puluhan paket sabu siap edar.

Tersangka Soni, dalam penuturan mengkui menjalankan bisnis haram tersebut selama hampir satu tahun.

Transkasi dengan bandar dengan cara membeli sabu Rp60 juta dan transfer di muka Rp10 juta, sisanya dibayar jika barang sudah habis.

"Belanja sabu ada yang antar. Beli Rp60 juta, bayar DP Rp10 juta sisanya dibayar setelah habis," kata dia.

Dia mengaku bahwa area penjualan mencakup wilayah luar Kabupaten Tanggamus dengan pasaran Rp1 juta per gram, namun ia berdalih tidak menjual kepada pelajar.

"Itu per gram saya jual Rp1 juta. Tapi enggak jual ke pelajar," tutupnya.

Mirisnya, Gun merupakan salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Kabupaten Pringsewu. Dia mengaku telah 2 bulan mengirimkan barang haram kepada pembeli yang uangnya hanya digunakan untuk foya-foya.

Hal sama, RA remaja yang tidak ingin melanjutkan sekolah juga telah beberapa bulan menjadi kaki tangan Soni, mendapatkan keuntungan dari mengirim sabu juga hanya untuk foya-foya belaka.