Status ODP, Mantan Wabup Lampura Urung Jadi Saksi Suap Fee Proyek

Sidang online suap fee proyek Lampung Utara (Lampura) kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (2/4). Sidang kali ini menghadirkan 7 dari 8 saksi.


Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ihsan Fernandi ada 1 saksi tidak bisa hadir karena menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Sri Widodo (mantan Wabup Lampura, Red) tidak hadir, dia kena penyakit covid, dia juga kan dokter yang merawat. Dia Tim Satgas di Malang, statusnya ODP," jelasnya.

Tambahnya, Sri Widodo akan dipanggil kembali jika
keadaannya telah sehat. "Kita lihat sampai detik terakhir, jika saksi
tidak sehat maka tidak bisa menjadi saksi," ujarnya.

Sedangkan 7 saksi yang datang diantaranya Susanti selaku
istri Candra Syafari, Rina Febrina selaku istri Syahrudin, Reza Giovana Andika,
Evan Dwi Kurniawan, Yuliansyah Imron, Hendra Wijaya Saleh, dan Candra Syafari.
Namun Hendra Wijaya Saleh, dan Candra Syafari menjadi saksi di Rutan Way Huwi.

Rina Febrina selaku istri Syahbudin mengundurkan diri menjadi saksi atas terdakwa Syahbudin, namun untuk terdakwa Bupati Lampura nonaktif Agung Ilmu Mangkunegaran, dan Raden Syahril ia bersedia.

"Saya mengundurkan diri yang mulia untuk menjadi
saksi atas Syahrudin," jelasnya.

Sidang online ini juga terhambat karena jaringan internet. Agung Ilmu Mangkunegara mengaku tidak jelas mendengar keterangan saksi.

"Instruksi yang mulia, suara saksi tidak terdengar yang mulia," kata Agung saat sidang online di Rutan Way Huwi.