Sebut Nunik Hancurkan PKB Dari Dalam, Minta Cak Imin Gelar MLB

Ketua DPC PKB Pesawaran demisioner 2016-2021, Matrohupi/Ist
Ketua DPC PKB Pesawaran demisioner 2016-2021, Matrohupi/Ist

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pesawaran demisioner 2016-2021, Matrohupi layangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Ketua Umum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan seluruh kader PKB untuk menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB).


“Saya meminta para petinggi PKB segera mengambil alih kepemimpinan Nasional dengan menggelar Muktamar Luar Biasa untuk menyelamatkan partai yang didirikan oleh Gus Dur ini,” ujar Matrohupi, Selasa (9/3)

Menurutnya, surat terbuka yang ditandatangani oleh dirinya berisi kronologi tindakan pelanggaran AD/ART yang dikakukan DPW dan DPP PKB saat pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) III PKB Sabtu (6/3) lalu. 

“Di dalam surat tersebut sudah saya ceritakan secara detail terkait pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif yang dilakukan hampir diseluruh DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung,” katanya.

“Saya dengan sangat sadar membuat Surat Terbuka demi mengembalikan marwah PKB ini,” timpalnya. 

Ia menuturkan, Muscab serempak yang dilaksanakan pada Sabtu (6/3) lalu merupakan sebuah upaya untuk menghancurkan PKB.

“Tidak mementingkan demokrasi dan nilai dasar serta tindakan arogan dan terkesan seenaknya yang dilakukan Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) terhadap sebagian besar DPC PKB itu merupakan upaya untuk menghancurkan PKB dari dalam,” jelasnya. 

Menjelang pelaksanaan Muscab menurutnya, harus dilakukan proses sosialisai, penjaringan serta musyawarah untuk menentukan calon Ketua DPC PKB Pesawaran periode berikutnya. 

“Namun pada kenyataannya, musyawarah untuk mencapai suatu kesepakatan tidak dilakukan, saya saja baru mengetahui pergantian Ketua setelah pembacaan Surat Keputusan dari DPP PKB yang dikirim via WhatsApp saat sidang pleno IV,” ungkapnya. 

Dirinya juga menambahkan, kepengurusan berdasarkan SK WhatsApp tersebut tidak ada satupun yang merupakan kader senior PKB yang sudah mengabdikan dirinya sejak lama.

“Sebagai contoh, Ibu Hanifah baru bergabung di PKB tahun 2019 saat akan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung,” tuturnya.

Lanjutnya, Zulkarnain yang ditunjuk sebagai Sekretaris oleh DPW yang baru bergabung saat akan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Pesawaran pada tahun 2019. 

“Zulkarnain bernasib baik karena dia kan masih ada hubungan keluarga dengan Hidir Ibrahim (Ketua PW GP Ansor Lampung) maka ia pun didampuk menjadi Wakil Ketua DPRD Pesawaran periode 2019-2024 menyingkirkan kader senior PKB Pesawaran Rohima Rahman (Sekretaris DPC) dan Devita Sahara (Bendahara DPC,” lanjutnya.

Sementara, Aminudin yang merupakan mantan Komisioner KPUD Pesawaran yang tidak jelas atau bahkan belum jelas keberpihakan dan keseriusannya terhadap PKB ditunjuk sebagai Bendahara.

Terakhir, Matrohupi menyampaikan harapannya kepada petinggi PKB agar segera melakukan suatu upaya untuk menyelamatkan PKB serta menjaga nama baik partai.