Sejumlah PKL Tetap Dagang di Jalan Bukit Tinggi, Buka-Tutup Payung Hindari Satpol PP

Pasar Bambu Kuning/ Tuti
Pasar Bambu Kuning/ Tuti

Meski lapaknya telah digusur oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Yana, pedagang kaki lima (PKL) masih memilih berdagang di Jalan Bukit Tinggi, Tanjung Karang Pusat.


Tanpa lapak, Ia nekat tetap berdagang. Ia menata dagangannya berupa keset kain diatas kursi kayu panjang, dengan payung untuk melindungi barang dagangannya dari sinar matahari.

Saat Satpol PP mendatangi, ia segera menutup payungnya. Setelah satpol PP pergi, ia kembali membuka payung. 

"Was-was sebetulnya berjualan seperti ini, tapi mau gimana. Saya perlu pendapatan untuk makan. Apalagi saat ini saya masih mengandung, perlu tabungan banyak untuk lahiran," kata Yana kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (5/1).

Menurutnya, Pemkot Bandar Lampung memang telah memberikan lapak gratis selama 6 bulan di Bambu Kuning. Namun tak ingin seperti yang lalu, ia harus rugi karena tidak laku. 

"Jadi saya tetap jualan disini meski tak punya lapak. Lumayan satu, dua ada pelarisnya," ujarnya.

Ia berharap Pemkot Bandar Lampung memberikan lapak untuk berdagang dengan ramai pembeli, atau membangun lapak ditempat semula. 

"Enggak apa-apa, agak ke dalam bangun lapaknya. Lagian ini nanti lahannya kelamaan jadi lahan parkir," ujarnya. 

Berdasarkan pantauan Kantor Berita RMOLLampung, tidak hanya Yana, masih ada beberapa pedagang lainnya masih memilih berjualan di Jalan Bukit Tinggi. Sementara kios Bambu Kuning lantai 2 dan 3 masih sepi pedagang.