Sejumlah Warga Tertimbun Runtuhan Bangunan Akibat Gempa

Seorang bocah bertahan di bawah reruntuhan/Net
Seorang bocah bertahan di bawah reruntuhan/Net

Beberapa warga tertimbun reruntuhan akibat bangunan ambruk oleh gempa berkekuatan Magnitudo 6,2 di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat dini hari (15/1).


Warga  berusaha menyelamatkan korban yang berada di reruntuhan tanpa peralatan. Bahkan,  mereka menggunakan penerangan pakai ponsel.

Mereka bahu membahu mengangkat material rumah yang roboh oleh gempa sekitar pukul 01.28 WITA. Mereka angkat pakai tangan kosong dinding rumah.

Warga menemukan seorang anak kecil dari dalam reruntuhan rumah. "Satu keluarga tertimbun di bawahnya, kasihan," kata seorang warga.

Di Rumah Sakit Mitra Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ada enam orang yang telah dilaporkan tertimbun reruntuhan gedung.

Korban yang dilaporkan terjebak adalah perawat, pasien, dan keluarga pasien.

Hingga saat ini, warga Majene masih mencoba melakukan pertolongan terhadap korban gempa. Beberapa warga juga sudah mengungsi di lokasi yang lebih aman.

Kantor Gubernur

Kantor Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) ikut roboh oleh gempa susulan berkekuatan 6,2 SR di Mamuju, Kamis (15/1), pukul 02.30 WITA.

Selain kantor gubernur, hotel dan rumah sakit juga rusak parah. Sebagian besar warga menunggu pagi di luar rumah takut gempa susulan.

Warga merasakan gempa susulan yang terjadi tengah malam lebih kuat dibandingkan sebelumnya di Kabupaten Majene.

BMKG menyebutkan kekuatan gempa magnitudo 6,2, lokasi 2.98 LS dan 118.94 BT. 6 Km timur laut Majene, Sulawesi Barat dengan kedalaman 10 km.

Gempa sebelumnya, Kamis (14/1) tercatat oleh BMKG berkekuatan 5,9 yang kemudian diikuti tiga kali gempa susulan dengan magnitudo 4,9.

Gempa juga dirasakan warga di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa yang berjarak ratusan kilometer dari Majene.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno berpesan agar warga menghindari bangunan retak dan tetap tenang agar situasi terkendali.