Tak Politis, Penutupan Wisata Pantai Dievaluasi Pekan Depan

Sekdakab Pesawaran Kesuma Dewangsa/Foto Ist
Sekdakab Pesawaran Kesuma Dewangsa/Foto Ist

Penutupan kawasan wisata pantai tak bermuatan politis, Sekdakab Pesawaran Kesuma Dewangsa akan mengevaluasi kembali kebijakan terkait klaster Covid-19 tersebut pekan depan.


Dia juga mengatakan untuk kawasan wisata yang belum memeroleh surat penutupan dari Pemkab Pesawaran diberi toleransi hingga surat tersebut sampai kepada pengelola. 

"Jika tak ada kasus baru Covid-19 dari kawasan wisata sepekan ini, kita ijinkan buka lagi," katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Senin (28/9).

Penutupan kawasan wisata pantai, katanya, murni karena munculnya 14 kasus baru terkait pandemi Covid-19 dari klaster kawasan wisata pantai.

Bahkan, kawasan wisata pantai Padangcermin, Telukpandang, dan lainnya masuk zona merah. Untuk tingkat kabupaten, Pesawaran masuk zona orange.

Politis

Minggu (27/9), Elia Sunarto, staf Town Pantai Mutun, mengatakan tetap membuka kawasan wisata yang dikelolanya karena belum ada surat resmi dari Pemkab Pesawaran.

Walau, diakuinya, akibat viralnya berita penutupan kawasan wisata pantai oleh Sekdakab Pesawaran, kunjungan wisatawan anjlok hingga 50 persen. 

Dia berharap penutupan kawasan wisata pantai tak berbau politis karena salah satu pasangan calon bupati, Nasir-Naldi, salah satu program kampanyenya mengajak warga jalan-jalan ke pantai.

"Jangan gara-gara ada calon bupati yang salah satu program kampanyenya berwisata ke pantai, kawasan wisata ditutup sementara alasan pandemi Covid-19," katanya.

Apalagi, saat ini, pemerintah pusat justru tengah berusaha membangkitkan kembali kawasan wisata dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Di sektor pariwisata, masyarakat banyak yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata, pedagang, jasa kapal, penyewaan ban, hingga tukang parkir dan kebersihan.