Sekdes Pekon Badak Dilaporkan Ke Tapem Tanggamus

Laporan ke Tapem Tanggamus/Ist
Laporan ke Tapem Tanggamus/Ist

Kontrol Sosial Masyarakat (KSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia Kecamatan Limau, melaporkan Sekretaris Desa Pekon Badak kecamatan setempat, ke Bagian Tata Pemerintahan Pekon (Tapem) Pemkab Tanggamus.


Kepada kantor berita RMOLLampung, ketua KSM Kecamatan Limau, Mat Rozali mengatakan, mereka menindaklanjuti laporan masyarakat melalui Badan Hippun Pemekonan (BHP) bahwasanya, Sekdes Pekon Badak melalaikan tugas tidak pernah ngantor (bekerja) tapi rutin menerima gaji (Siltap).

Selain itu menurut dia, masalah dokumen kependudukan yang mereka nilai rancu, karena yang bersangkutan memiliki rumah dan menetap di Pekon Tanjungjaya, sementara identitasnya seperti KTP dan KK terdaftar sebagai warga pekon badak, dan menjabat sebagai sekdes pekon setempat.

Dia juga mengatakan, setiap kali aparatur pekon menerima honor/4 bulan sekali, oleh sekdes dipotong Rp100 ribu yang kegunaannya untuk menggaji staf pekon, yang memang tidak dianggarkan dari Dana Desa.

"Nyatanya dana tersebut tidak diterima oleh staf yang dimaksud, dan masih banyak dugaan ketidakjelasan pengunaan DD pekon badak, dan akn kami urai secara bertahap," kata M Rozali.

"Kami berharap pemkab tanggamus dalam hal ini kabag tapem, segera memproses laporan itu dan me non aktifkan sekdes yang tidak pernah ngantor, dan selalu meminta gajinya ke penjabat kakon setiap kali dana cair," demikian harapnya.

Melalui pesan whatsaap, Kabag Tata Pemerintahan Pekon Syarif Zulkarnain mengatakan, benar ada anggota KSM GMBI yang mewakili masyarakat dan aparatur pekon badak kecamatan limau, membuat laporan sekdes setempat.

Menurut Syarif pihaknya akan mengkroscek dulu kebenarannya melalui kecamatan dan pekon, sejauh mana proses pembinaan yang telah dilakukan.

"Intinya kami akan menindaklanjuti laporan mereka," katanya.