Sekelompok Bersenjata Bawa Paksa Nelayan Pascapembakaran Kapal Penyedot Pasir




Pascapembakaran kapal penyedot pasir laut, sejumlah orang bersenjata laras panjang "mengambil" paksa seorang nelayan dari Desa Margasari, Kuala Penat, Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (12/3), pukul 17.45 WIB.

Wahyu, kepala Desa Margasari, mengatakan berdasarkan keterangan istri SAF, inisial nelayan tersebut, suaminya dibawa paksa sejumlah orang bersenjata tajam dari jalan di Desa Mendala Sari, Matarambaru, Kabupaten Lampung Timur.

Saat itu, SAF bersama keluarganya naik mobil pribadi hendak hendak merayakan ulang tahun anaknya keluar desa mereka.

[caption id="attachment_35319" align="alignnone" width="550"] Massa membakar kapal penyedot pasir yang berada di perairan tangkapan mereka dekat Pulau Sekopong/RMOLLampung[/caption]

Orang-orang bersenjata yang belum diketahui identitasnya lalu membawa SAF pakai mobil mereka.

Seorang aparat kepolisian yang mengemudikan kendaraan keluarga SAF ke Mapolsek Labuhan Maringgai.

Wahyu menjemput istri dan anak SAF ke Mapolsek Labuhan Maringgai.

Dia mengaku belum tahu siapa yang membawa paks SAF karena tidak ada surat maupun keterangan lainnya.

[caption id="attachment_35316" align="alignnone" width="686"] Kondisi kapal penyedot pasir laut setelah dibakar massa/RMOLLampung[/caption]

Diduga, SAF dibawa paksa terkait pembakaran kapal penambang pasir laut di perairan Pulau Sekopong, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (7/3).