Sekjen Gerindra Minta Polisi Jangan Hilang Kesabaran 

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (tengah)  bersama Wakil Ketua DPD Gerindra Lampung Elly Wahyuni/ RMOLLampung
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani (tengah) bersama Wakil Ketua DPD Gerindra Lampung Elly Wahyuni/ RMOLLampung

Omnibus Law Cipta kerja yang disahkan DPR RI pekan lalu masih menuai kontroversi.


Berbagai aksi penolakan masih terus berlangsung, dan aksi di beberapa daerah sempat ricuh, termasuk di Lampung. 

Menanggapi ini, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahamd Muzani mengatakan, partainya ikut prihatin dengan adanya berbagai unjuk rasa yang terjadi. Terutama, yang berakhir anarkis. 

Ia melanjutkan, tujuan unjuk rasa adalah salah satu cara menyampaikan aspirasi masyarakat. Namun, karena berbagai gesekan, apa yang menjadi tujuan aksi menjadi bias. 

"Kita prihatin karena ada beberapa orang yang ditangkap, saya pribadi mereka yang ditangkap, sebagian saya kenal  seperti Jumhur Hidayat, dan Syahganda Nainggolan dalah seorang aktivis yang terus menerus menyuarakan berbagaimana keprihatinan yang dirasakan rakyat," ujarnya, Rabu (14/10).

Ketua Fraksi partai Gerindra DPR RI ini berharap aparat kepolisian jangan kehilangan kesabaran dalam melakukan tindakan persuasif. 

"Aparat menahan diri dan para pendemo juga terus menjaga kemurnian demo dan UU yang sudah disahkan ini dapat ditampung dalan Peraturan Pemerintah sebagai turunan UU ini," tambahnya. 

Ia mengatakan, Gerindra sudah melakukan pembahasan terkait UU Omnibus Law sehingga bisa disahkan. 

"Setelah pembahasan panjang kami harus berkompromi dengan kekuatan yang ada, itulah hasil akhirnya sudah menjadi UU," kata dia usai mengikuti Workshop Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten kota partai Gerindra se provinsi Lampung. 

"Tapi kami akan mengawal terus PP yang menjadi turunan dari UU ini, bisa menampung dan bisa menjadi solusi dari apa yang diharapkan rekan-rekan buruh dan semua pemangku kepentingan dari UU itu," pungkasnya.