Selamat Datang Serial Dialog Imajiner Soekarno Hatta


SYAFARUDIN Rahman dosen "plus" dari Ilmu Pemerintahan FISIP Unila. Plusnya, kreatif berbagi dalam buku dan tulisan-tulisannya yang berserakan di media mainstrem dan siber.

Ketajaman pisau ilmunya tak hanya buat para mahasiswanya saja. Dia sering pakai juga untuk membedah cakrawala banyak orang tentang permasalahan yang tengah hot.

Mantan aktivis koran kampus UKMTeknokra ini selalu update informasi dan kerap gereget menuangkannya dalam tulisan yang mengalir bijak tanpa kehilangan ketajamannya.

Chief editor dan penulis buku Disrupsi Pemerintahan dan Politik Era 4.0 juga tak pelit berbagi pendapat dengan banyak awak media.

Terakhir, Surat Kabar RMOLLampung meminta pandangannya soal pelantikan ratusan guru oleh Gubernur Arinal Djunaidi saat pandemi Covid-19.

Suatu kebanggaan bagi Kantor Berita RMOLLampung, Syafarudin melanjutkan tulisan serial dialog imajiner dengan Soekarno-Hatta di media sumber berjejaring nasional ini.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap karya intelektual penulis. Kantor Berita RMOLLampung menyediakan kamar khusus diberi nama Pojok Syafarudin.

Serial sebelumnya, pertama hingga 12, dia percayakan pada media mantan aktifitas UKM Teknokra dan tokoh Aliansi Jurnalistik Independen (AJI)'Juwendra: Duajurai.co.'

Namun, karena server Dua Jurai.co mengalami "lock down" sejak Januari 2020, serial dialog imajiner dengan Soekarno-Hatta dilanjut ke Kantor Berita RMOLLampung.

Serial kedua belas bertanggal 23 September 2019 bisa diikuti pada link arsip berikut ini. http://duajurai.co/2019/09/23/dialog-imajiner-dengan-soekarno-hatta-12-terjebak-adu-domba-lupa-kematian-dan-berbuat-baik/

Proses "balik nama" melalui silaturahmi antara penulis Syafarudin Rahman, Pimred Duajurai Juwendra Asdiansyah, dan Pimred RMOLLampung Herman Batin Mangku.

Muncul Setelah 22 Tahun

Dialog imajiner sebagai sebuah karya jurnalistik bukanlah sesuatu yang baru. Pada era represif Rezim Orde Baru, Christian Wibisono, direktur pusat data dan Bisnis Indonesia menuliskan serial wawancara imajiner dengan Bung Karno dan dimuat di Tabloid Detik pimpinan Eros Djarot kala itu.

Lengsernya Rezim Orde Baru Soeharto dan berpindahnya Christian Wibisono ke Amerika, serial dialog imajiner hilang, tidak pernah ada yang sanggup menuliskannya kembali selama dua puluhan tahun.

Para penulis pemikiran Soekarno-Hatta biasanya muncul untuk kepetingan penulisan skripsi, tesis, atau disertasi.

Sayang mereka yang meraih predikat sarjana S1,S2, S3, lewat menggali pemikiran proklamator enggan membukukan dan dipasarkan sehingga pengetahuan publik terutama generasi baru kurang paham tentang pemikiran proklamatornya.

Syafarudin Rahman yang sehari-hari peneliti Labpolotda mulai menuliskan kembali dengan beberapa perbedaaan yakni melibatkan Bung Hatta dan sang jenius milenial peretas.

Edisi pertama dialog tayang pada tanggal 8 juli 2019 bertema Sumatera Alternatif Ibu Kota RI di http://duajurai.co/2019/07/08/dialog-imajiner-dengan-soekarno-hatta-1-timur-sumatera-alternatif-ibu-kota-ri/

Penulis yang juga editor pada Lampung Heritage Society ini kepada Kantor Berita RMOL Lampung (26/4) mengaku sudah membaca buku biografi tentang Proklamator sejak SMP, terutama buku jurnalis Cindy Adams hasil wawancara dengan Bung Karno yang dibukukan berjudul "Bung Karno penyambung Lidah Rakyat Indonesia", cetakan kedua 1986.

Yang terbaru dibaca diantaranya buku "Membaca Sukarno dari Jarak Paling Dekat", karya Eddi Elison, wartawan Istana era Bung Karno, penerbit Imania (April 2019), lalu baca juga buku "Hatta Jejak Yang Melampaui Zaman", Penerbit KPG (2017).

Tantangan dan Niat Publikasi Serial

Meski sudah dijelaskan beberapa referensi dan sulitnya membuat alur dialog, tetap saja ada netizen yang nyinyir kepada penulis yang juga peneliti ini.

Mereka yang tidak jelas karyanya itu menulis bahwa artikel ini masuk dalam kategori ilusi, provokasi, , itu hoax model baru, bidÔÇÖah sesat menyesatkan, dan nyinyiran sejenisnya.

But show must go on. Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu. Serial dialog imajiner ini diniatkan untuk membantu penulis kumpulkan sedikit demi sedikit bahan buat proposal riset kelak. Terutama dua tokoh besar ini apalagi komparasi yang menarik digali.

Selain itu serial dialog ini diniatkan pula mencerdaskan pembaca terutama generasi milenial tentang sejarah tokoh, kiprah, gaya kepemimpinan dan pemikiran mereka yang dikenal sebagai penggali pancasila dan koperasi ini, yang bisa jadi masih ada relevansi dan tidak ada relevansinya sampai Era 4.0.

Semoga serial ini bermanfaat temani pembaca melaksanakan ibadah puasa ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin. Tabikpun. ***

Pimred RMOLampung

Herman BM