Seluruh Kades Hingga Mantan Kades di Abung Tengah Diperiksa Kejari

Sejumlah kades datangi Kejari Lampung Utara/ Efriantoni
Sejumlah kades datangi Kejari Lampung Utara/ Efriantoni

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara memeriksa seluruh kepala desa dari Kecamatan Abung Tengah terkait dana simpan pinjam Rp1,3 miliar yang sedang mereka tangani. Tak hanya kepala desa, mantan kepala desa berikut mantan penjabat kepala desa turut diperiksa pada Jumat (24/6).


"Pemeriksaannya dimulai sejak Jumat pagi, tapi saya dan beberapa rekan lainnya diperiksa sekitar pukul 13.00 WIB," ucap Kepala Desa Gununggijul, Feri Ardiansyah usai diperiksa oleh Seksi Pidsus Kejari Lampura.

Menurut Feri, ‎panggilan terhadap mereka ini disebabkan pihak kejaksaan ingin mengetahui secara rinci mengenai pembentukan Unit Pelaksana Kegiatan dana simpan pinjam tahun 2019. Selain itu, pihak desa merupakan 'pemegang saham' dalam dana yang dikelola oleh pihak UPK. "Apa yang kami ketahui, itu yang kami sampaikan saat ditanya mengenai hal tersebut," jelasnya.‎

Meski begitu, Feri mengakui jika pengelolaan dana simpan pinjam Rp1,3 miliar Abung Tengah memang terindikasi bermasalah sejak awal. Sebab, hanya berselang dua bulan sejak diluncurkan, dana itu telah habis tak bersisa. "Baru dua bulan digulirkan program itu, dananya sudah enggak ada lagi," kata dia.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa semestinya peminjaman maupun pengembalian dana tersebut melalui prosedur yang telah ditetapkan. Namun, sepertinya hal itu tak begitu diterapkan oleh pihak UPK sehingga berujung tak mengenakan seperti saat ini. "Selepas pergantian pengurus UPK tahun 2019 mulailah terjadi persoalan ini," terangnya.

‎Di tempat sama, Kepala Desa Pekurun Utara, Wahidin menuturkan, pertanyaan yang diajukan padanya di antaranya mengenai siapa saja warganya yang ikut meminjam dana tersebut, dan berapa jumlah kelompok simpan pinjam desa mereka yang juga meminjam dana itu. 

"Kalau warga saya, tidak ada yang minjam, tapi kalau kelompok simpan pinjam perempuannya ada dua. Itu seingat saya," ucap dia.