Sembuh Covid-19 , Puluhan Prajurit Brigif 4 Marinir/BS

Brigif 4 Marinir/BS melakukan berbagai upaya memutus penularan Covid-19. Jumat (20/11), prajurit swab rapid antigen Covid-19 pascapositifnya puluhan prajurit. Hasilnya, semua sembuh.


"Alhamdulillah, Jumat (20/11), 148 prajurit dan keluarganya swab rapid antigen Covid-19 dengan hasil semuanya nonreaktif," kata Kolonel Marinir Nawawi SE, MM kepada RMOLLampung, Sabtu (21/11).

Komandan Brigif 4 Marinir/BS itu menyampaikan bahwa para prajurit dan keluarganya sebelumnya diisolasi, diberi vitamin, dan herbal. "Masyarakat yang membutuhkan sekitar markas bisa diberikan gratis," katanya.

Diceritakannya, awalnya ada tiga prajurit ini dinyatakan positif Covid-19 usai bertugas mengamanan unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di Jakarta,15-21 Oktober 2020, kata Kolonel Marinir Nawawi SE, MM.

Brigif 4 Marinir/BS langsung melakukan isolasi mandiri bagi prajurit yang dinyatakan positif serta penerapan protokol kesehatan ketat dalam setiap kegiatan di markasnya, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Akhir Oktober, beberapa personel bergejala seperti demam, ngilu dan sebagian prajurit merasakan hilang indra perasa.

"Kami langsung menindaklanjuti dengan rapid test dan swab pada awal November 2020 dengan berkoordinasi dengan Dinkes Pesawaran," kata Kolonel Marinir Nawawi SE, MM.

Setelah rapid test dan ditindaklanjuti dengan test swab/PCR pada 5 November 2020, ada 52 personel positif Covid-19, sebagian besar kategori orang tanpa gejala (OTG).

Pada tanggal 10 November 2020, hasil swab/PCR terdapat 12 personel positif Covid-19, sehingga total didapati sejumlah 64 personel yang dinyatakan positif Covid-19 dan dengan kondisi sebagian besar OTG.

Menindaklanjuti hal ini, 64 personel yang positif Covid-19 dan langsung dilakukan isolasi mandiri yaitu makan tersendiri, apel tersendiri dan kegiatan tersendiri, dipisahkan dengan personel yang sehat.

Selama masa isolasi, mereka diberi vitamin tambahan berupa vitamin C dan vitamin imunitas/herbal yang terbuat dari sari buah manggis dan sirsak dari Prof. Hadi Pranoto

Sepekan kemudian (18/11), kondisi 64 personel sudah membaik,btidak tampak seperti orang sakit, dan tidak merasakan lagi demam, ngilu dan indra penciuman maupun perasa sudah mulai berfungsi kembali.

"Meski demikian, kami terus memantau dan memastikan kondisi Prajurit dengan menerapkan 3T (tracking, test dan terapi)," ungkapnya.

Karena keterbatasan alat Swab PCR di Provinsi Lampung, Brigif 4 Marinir/BS berkoordinasi dengan satuan atas dalam hal ini Kepala Dinas Kesehatan Kormar Kolonel Laut (K) Aryo Bintoro SP.U," kata Kolonel Marinir Nawawi SE, MM.