Sengketa Pantai Sari Ringgung, PN Gelar Pemeriksaan Lapangan

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gedongtataan menggelar pemeriksaan lapangan/ Rama
Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gedongtataan menggelar pemeriksaan lapangan/ Rama

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Gedongtataan menggelar pemeriksaan lapangan setempat terkait perkara perdata sengketa kepemilikan kawasan Pantai Sari Ringgung antara pihak Samsurizal sebagai penggugat dan pihak Anton sebagai tergugat di lokasi tempat sengketa, Jumat (11/6).


Kuasa hukum penggugat Yuzar Akuan mengatakan, pihaknya sebagai penggugat meminta majelis hakim mengabulkan gugatannya dengan menunjukkan bukti-bukti berupa batas kepemilikan tanah dan jalan yang menjadi akses para pedagang.

"Dari bukti-bukti berupa dokumen, itu tidak satupun tergugat I (Anton) membuktikan dokumen kepemilikan, sertifikat yang disebut-sebut 34, 35 itu nama orang lain, Suheri bukan Anton Firmansyah, jadi legalitas mereka tidak ada," ujarnya.

Sedangkan, Kuasa Hukum dari tergugat I, Fitriyadin meminta kepada pihak PT Sari Ringgung untuk tidak lagi mengganggu kepemilikan tanah orang, karena dalam pemeriksaan lapangan pihaknya bisa membuktikan bahwa tidak ada jalan umum yang dimaksud oleh pihak penggugat.

"Masa jalan umum kok bayar, kita pasang plang ini karena ini ada di sertifikat 35, dari belakang kita tutup karena ada disertifikat 34, jadi kita memiliki dasar kepemilikan," tegasnya.

Ditambahkan, penutupan akses tidak hanya dilakukan oleh klientnya, namun juga masyarakat sekitar yang memiliki lahan yang berbatasan dengan tanah milik pelapor.

"Tadi kita sama-sama menyaksikan, warga yang memiliki tanah dibelakang sana juga ada yang menutup akses jalan, karena memang merupakan pemilik tanah, lalu kenapa hanya kita yang digugat," tambahnya.

"Ya kita tutup karena tanah itu hak milik kita, masa hak milik mau dipakai untuk orang berbisnis," sesalnya.

Dengan hasil pemeriksaan lapangan yang sudah digelar, Fitriyadin mengaku optimis pihaknya akan memenangi gugatan sebagai pemilik sah objek sengketa.