Sepak Terjang Putra Ayin Hingga Masuk Lingkaran Korupsi ASABRI

Ilustrasi/RMOLLampung
Ilustrasi/RMOLLampung

TAK banyak publikasi sepak terjang Rommy Dharma Satriawan, anak Artalyta Suryani (Ayin). Setelah tak terdengar 11 tahun, namanya disebut kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada tahun 2012, nama "Putra Mahkota Ayin" itu sempat berseliweran saat ibunya tersandung kasus penyuapan Rp6 miliar terhadap Mantan Jaksa Agung Urip Tri Gunawan terkait penyelidikan BLBI Sjamsul Nursalim. 

Rommy kala itu disebut-sebut terkait kasus ibunya soal keberadaan perusahaannya, PT Sonokeling Buana di Kecamatan Tiloan, Buol, Sulawesi Tengah. 

Ayin diduga menyuap Amran, bupati pada waktu itu, untuk mendapatkan izin lahan sawit perusahaan milik putranya. Namun, saat itu, Ayin menepis adanya keterkaitan dirinya dengan perkebunan putranya.

Setelah 11 tahun berlalu, Rommy kembali disebut-sebut terkait dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan investasi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Rommy diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung atas aset-aset yang dimiliki tersangka dugaan korupsi Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Selasa lalu (6/4).

"(Pemeriksaan Rommy) itu terkait aset yang di Gorontalo, untuk pengecekan aset. Terkait dengan Heru, tapi belum kami pastikan," kata Febrie seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/4).

Bukit Berlian Plantations merupakan perusahaan yang menggarap minyak kelapa sawit dengan kebun seluas 70 ribu hektare di Palu, Gorontalo, Manado hingga Maluku Utara.

Febrie belum dapat merinci aset yang sedang ditelusuri oleh penyidik terhadap anak Ayin. Dia hanya mengatakan bahwa luas aset yang disidik oleh mencapai 20 ribu hektare.

"Kami pastikan bagaimana mengenai proses perolehannya, adakah keterkaitan dana masuk dengan Heru," ujarnya.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan penyidik memanggil Rommy sebagai saksi bersama tujuh saksi lainnya.

Dilansir dari website perusahaan, Bukit Berlian Plantation telah berdiri sejak 2011 dan bergerak di bidang minyak kelapa sawit. Perusahaan tersebut mengelola 70 ribu hektare lahan kelapa sawit di Palu, Gorontalo, Manado dan Maluku Utara.

Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan sembilan orang tersangka. Mereka adalah mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purnawirawan) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purnawirawan) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro.

Selain itu juga Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 hingga Januari 2017 Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Kepala Divisi Keuangan dan Investasi periode 2012 hingga Mei 2015 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan periode 2013-2019, Hari Setiono, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo.

Kasus ini terus akan bergulir hingga bermuara ke meja hijau. Apakah Rommy akan tetap jadi saksi atau ditingkatkan menjadi tersangka? Mari kita sama-sama "kawal" perkara ini hingga ke muaranya.