Sepeda Motor Polhut Ludes Terbakar Dalam Kawasan Wan Abdul Rahman







Sepeda motor polisi kehutanan (polhut) ludes terbakar di kawasan Taman Hutan Rakyat Wan Abdul Rahman (Tahura) Register 19, Kabupaten Pesawaran, Kamis (4/6).

Saat peristiwa tersebut, sepeda motor jenis trail bersama rombongan, sekitar 30-an personel, sedang mengawal Eni Puspasari S.Hut, kepala UPTD Tahura Wan Abdul Rahman yang baru.

Mereka melakukan pengenalan, pendataan dan pembinaan masyarakat dalam kawasan, kata salah seorang warga yang ikut mengawal kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (5/6).

"Rombongan masuk kawasan hutan dalam rangka pengenalan wilayah kerja, mengecek lokasi air terjun potensi wisata khusus, dan pembinaan terhadap masyarakat," ujarnya.

Jalan dalam kawasan becek akibat hujan deras beberapa pekan terakhir ini. Sepeda motor rombongan kerap tergelincir dan kadang harus dibantu dorong.

"Mungkin, karena pasang gigi satu dan gas pool, salah satu sepeda motor terbakar hingga ludes," ujar Agus, warga yang ikut membantu rombongan naik ke Talang Rabun.

Menurut dia, sepeda motor yang terbakar tunggangan Sanal.

Rombongan menginap di Talang Rabun untuk melanjutkan kegiatan Jumat ini (5/6).

Rencana, rombongan juga akan mampir ke Pos Betung yang dibina para relawan konservasi Lintang Tahura di bawah komando Erlan Syoffandi.

Sebelumnya, Sumardi, kepala UPTD Tahura Wan Abdul Rahman mengatakan Tahura Wan Abdul Rahman terdiri dari blok-blok, ada kawasan yang harus dijaga kelestariannya dan kawasan pemanfaatan seperti kawasan untuk Observatorium.

Dia melanjutkan, berdasarkan Permenhut 76/2016, lokasi yang masuk dalam blok Pemanfaatan bisa dibangun sarana prasarana yang masuk pemanfaatan rekreasi.

Namun, yang sudah tak lagi dimanfaatkan, kawasan kembali ke fungsi tahura: pelestarian alam, koleksi satwa, ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi.

"Jadi memang tidak dispesifikasi untuk riset dan ilmu pengetahuan yang detail seperti apa," jelasnya.

Saat ini, sebut Sumardi, dari total luasan Tahura Wan Abdul Rahman, ada sekitar 22.245,50 hektare telah dilimpahkan ke Pemprov Lampung dalam pengelolaannya.

"Dan kami sebagai UPTD bergerak dibawah Dinas Kehutanan Provinsi Lampung," tambahnya.