Serapan DAK Penanganan Stunting Ditargetkan Capai 15 Persen 

Plt Kepala Dinas PPKB Kota Bandar Lampung, dr Santi Sundari/Tuti
Plt Kepala Dinas PPKB Kota Bandar Lampung, dr Santi Sundari/Tuti

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Bandar Lampung menjelaskan serapan anggaran DAK penanganan stunting masih 6,3 persen dari Rp7,9 miliar, bukan Rp500 juta. 


Plt Kepala Dinas PPKB Kota Bandar Lampung, dr Santi Sundari mengatakan Rp500 juta merupakan anggaran yang terserap yang setara dengan 6,3 persen dari Rp7,9 miliar. 

"Anggaran tersebut diperuntukkan untuk program non-fisik seperti sosialisasi, edukasi masyarakat, dan insentif pulsa bagi kader KB," kata dr Santi Sundari, Selasa (29/11). 

Menurutnya, rendahnya angka serapan lantaran sosialiasi petunjuk teknis yang mengalami keterlambatan. Kemudian, terdapat data kader KB sebagai penerima insentif berubah-ubah.

"Kita juga telah menggunakan anggaran untuk membuat 25 kampung KB yang memberikan pelayanan dan edukasi tentang stunting," ujarnya. 

Ia berharap anggaran DAK dan suntikan dana senilai Rp2 miliar dari Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat terserap hingga 15 persen pada akhir tahun. 

"Kami targetkan Desember nanti bisa mencapai 15 persen dan angka stunting Bandar Lampung turun," jelasnya. 

Diketahui, update data kasus stunting 2022 akan diterbitkan pada Desember oleh pemerintah pusat. Saat ini angka prevalensi stunting di Bandar Lampung mencapai 19,4 persen.