Sesalkan Pengeroyokan di UIN Raden Intan Lampung, Aptisi Dorong Mediasi

Firmansyah/Ist
Firmansyah/Ist

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Lampung menyesalkan peristiwa pengeroyokan antar mahasiswa yang terjadi dilingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. 


Ketua Aptisi Lampung, Firmansyah mengatakan kondisi baru menggelar perkuliahan tatap muka harus dicederai dengan peristiwa pengeroyokan, sehingga ia sangat menyesalkannya. 

"Harapannya kejadian tersebut tidak terulang, perlu juga dilakukan mediasi antara korban dan pelaku. Tapi perlu dilihat dan dikaji akar permasalahannya," kata Firmansyah kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (28/10). 

Menurutnya, kejadian tersebut kemungkinan bisa terjadi akibat euforia perkuliahan tatap muka yang baru digelar. Karena terlalu lamanya pembelajaran daring sehingga interaksi antara mahasiswa atau dosen menjadi berkurang. 

"Antisipasinya mungkin pendidikan etika, karakter, akhlak itu yang musti didahulukan. Karena dengan cara seperti itu, insyaallah dengan pendidikan akhlak yang baik mereka bisa saling menghargai satu dengan yang lain kejadian tersebut tidak terulang kembali. Ini PR kita semua," ujarnya. 

Firmansyah mengaku mendukung upaya mediasi antara korban dan pelaku, kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak melaporkan ke pihak kepolisian. 

"Harus ada mediasi, selesaikan lah dengan baik dan kekeluargaan. Kalau bisa tidak perlu melibatkan aparat kepolisian," jelasnya.