Setahun, Dispensasi Perkawinan di Lampung Mencapai 708 Perkara

Panitera Muda Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung Ahmad Syahab/ Vera Afrianti
Panitera Muda Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung Ahmad Syahab/ Vera Afrianti

Panitera Muda Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung Ahmad Syahab menyebutkan total dispensasi perkawinan di Lampung mencapai 708 perkara di Tahun 2021.


"Berdasarkan data laporan perkara yang diterima Pengadilan Tinggi Agama Bandar Lampung (Januari-Desember 2021) untuk jumlah yang mengajukan permohonan dispensasi kawin ada 708 perkara," katanya, Rabu (12/1).

Ia mengatakan 708 perkara tersebar di 14 pengadilan agama diantaranya Pengadilan Agama Tanjungkarang 38 perkara, Pengadilan Agama Metro 34 perkara lalu Pengadilan Agama Kalianda 70 perkara.

"Pengadilan Agama Gunung Sugih 148 perkara, Pengadilan Agama Tanggamus 17, Pengadilan Agama Kotabumi 85, Pengadilan Agama Krui 80, Pengadilan Agama Tulangbawang 46, Pengadilan Agama Blambangan Umpu 37 perkara," kata dia.

Kemudian, Pengadilan Agama Gedong Tataan 17 perkara, Pengadilan Pringsewu 17, Pengadilan Agama Mesuji 5, Pengadilan Agama Tulang Bawang Tengah 45 dan Pengadilan Agama Sukadana 69 perkara.

Penyebab banyaknya dispensasi kawin yakni karena banyaknya perempuan atau laki-laki yang mau menikah, tetapi usia belum mencukupi ketentuan atau masih di bawah umur.

"Banyak yang ingin menikah tetapi umurnya belum mencapai 19 tahun sedangkan batas umur seseorang boleh menikah yakni 19 tahun sesuai dengan UU Nomor 16 Tahun 2019," ujarnya.

" Iya karena umur mereka dibawah ketentuan itu maka harus mengajukan dispensasi kawin ke pengadilan agama setempat," tegasnya.

Lanjut Ahmad, syarat dispensasi kawin yakni membawa surat permohonan, foto kopi KTP orang tua atau wali yang bersangkutan, kemudian foto kopi Kartu Keluarga Pemohon.

Lalu, membawa foto kopi Akte Kelahiran atau KTP anak, foto kopi KTP atau Akta lahir calon suami atau isteri, foto kopi Ijazah Pendidikan terakhir anak dan atau surat keterangan masih sekolah dari sekolah anak, foto kopi Surat Penolakan dari Kantor Urusan Agama Kecamatan.

"Dan membayar biaya panjar perkara serta pemohon yang tidak mampu dapat mengajukan permohonan dispensasi kawin secara Cuma-Cuma (prodeo) itu syaratnya," tutup dia.