Setahun Lebih BEM Unila Mati Suri, Para Mantan BEM akan Pasang Karangan Bunga Duka 

Ist
Ist

Setahun lebih jabatan presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila kosong. Terhitung sejak pelantikan unit kegiatan mahasiswa (UMK) Unila pada 10 Maret 2021. 


Kekosongan jabatan ini bermula saat para bakal calon presiden mahasiswa (Presma) dan wali presiden mahasiswa (Wapresma) tahun 2020 saling gugat menggugat ke pansus. Sidang sengketa pun berakhir ricuh. 

Mengutip dari majalah UKMP Teknokra edisi mahasiswa baru 2021, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Prof Yulianto menilai Pansus 2020 gagal dalam menyelesaikan sengketa pemilihan raya (Pemira).  

Saat itu, Prof Yulianto membentuk Tim Penyelesaian Pemira dengan melibatkan seluruh Wakil Dekan III Fakultas. Pansus akhirnya dibubarkan dengan kesepakatan DPM dan MPM dan akan membentuk Pansus baru pada 2 Mei 2021. 

Namun tidak kunjung dibentuk. Prof Yulianto saat itu mengaku akan segera merembuk untuk cari solusi. Tapi sudah 1 tahun tak kunjung ada solusi. 

Hingga akhirnya terpilih secara aklamasi Presiden Mahasiswa, Amiza Rezika (PPKN 2018) dan Wakil Presiden Mahasiswa, Umar Bassam (Ilmu Hukum 2018). Namun para pimpinan Unila tak mengaku presiden terpilih tersebut. 

Menanggapi hal tersebut, Mantan BEM Unila tahun 1999-2000, Nizwar Affandi mengaku berduka cita atas wafatnya kebebasan berorganisasi di Unila. 

"Sebagai bentuk duka, beberapa mantan BEM Unila akan memasang papan bunga duka besok pagi," kata Nizwar Affandi yang juga Presiden Mahasiswa Unila pertama, Minggu (10/4) malam.