Setara, UKM Unila Kecam DPMU Sosialisasi RUU Pembentukan UKM




Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Lampung (UKM Unila) mengecam sosialisasi RUU pembentukan dan pembubaran UKM oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU)

"UKM dan DPM posisinya setara dalam Statuta Unila," ujar Koordinator Forkom UKM Unila lewat relisnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (3/4).

Forkom UKM Unila mengecam tindakan DPM-U yang menyosialisasikan naskah akademik RUU tentang Pembentukan dan Pembubaran UKM.

Menurut Riko Ardiansyah, mahasiswa Administrasi Bisnis ÔÇÖ17, DPM-U tidak patut melakukan hal itu.

"Nggak pantas DPM-U masuk ranahnya UKM, nggak menghargai ketum-ketum UKM. Pembentukan dan pembubaran UKM sudah diatur Statuta Unila" katanya.

Dikatakannya,' UKM dan DPM memiliki AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) masing-masing.

"Kita diberi kebebasan oleh Unila sebagai lembaga otonom. Kalau RUU ini disahkan tandanya secara otomatis mereka tidak ingin setara," tuturnya.

Ia menambahkan RUU ini setiap tahun berusaha untuk disahkan DPM-U dan mengalami penolakan dari UKM.

Ketua Umum UKM Mapala Nathasya (Kehutanan ÔÇÿ17) setuju menolak RUU tersebut karena bertolak belakang dengan Pasal 104 Statuta Unila.

"Jika RUU tersebut disahkan tahun ini tidak menutup kemungkin tahun-tahun berikutnya terkait pengajuan dana dan kegiatan UKM diatur DPM," ujarnya.

Ketua Umum UKM Merpati PutihKurnia Sandi (Administrasi Bisnis '17) menilai tindakan DPM-U melangkahi posisi UKM-U.

"Harusnya adakan forum diskusi dulu dengan UKM sebelum sosialisasi, kalau langsung sosialisasi seolah anak UKM setuju," ujarnya.