Sidang Akbar Mangkunegara Digelar Pekan Depan, KPK Datangkan 5 Saksi

JPU KPK Taufiq Ibnugroho/ Faiza
JPU KPK Taufiq Ibnugroho/ Faiza

Usai dakwaan Rabu (22/12), sidang lanjutan kasus gratifikasi Adik mantan Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku Negara, Akbar Tandaniria Mangkunegara bakal digelar di PN Tanjungkarang, Rabu pekan depan (5/1).


Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan, agenda sidang adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi. Pihaknya berencana mendatangkan tiga hingga lima saksi. 

"Sidang lanjutan 5 Januari mendatang, untuk saksi rencana akan dihadirkan saksi 3-5 saksi," kata dia, Rabu (29/12).

Sejauh ini, KPK sudah memeriksa 121 saksi untuk kasus Akbar. Namun, pihaknya akan memilih lagi saksi yang akan didatangkan ke persidangan. 

Salah satunya adalah menyoroti peran Taufik Hidayat dalam perkara ini. Pasalnya, ada perbedaan keterangan Taufik dalam kasus Akbar dan kasus Agung. 

"Bagaimana perannya, seperti apa, ada keterangan yang mungkin sedikit berbeda dari persidangan sebelumnya. Ada hal yang belum diakui, mungkin nanti akan terungkap," sambungnya. 

Sementara itu, Kuasa Hukum Akbar, Sopian Sitepu mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan saksi-saksi yang meringankan dalam perkara ini. 

"Kami akan menyiapkan saksi yang meringankan dalam perkara ini dan akan menjelaskan sejelas-jelasnya untuk membantu proses perkara ini," katanya. 

Akbar didakwa menyebabkan total kerugian negara Rp89,7 Miliar akibat kasus korupsi dan gratifikasi bersama sang kakak di lingkungan Pemkab Lampura. 

"Namun, terdakwa hanya menerima tiga simpul yakni Rp500 juta, Rp600 juta, dan Rp600 juta sehingga total Rp1,7 Miliar yang dinikmati terdakwa," jelasnya. 

Ia menjelaskan, jumlah ini berbeda dengan penyataan KPK saat konferensi pers penetapan tersangka yang menyebut ada kerugian negara Rp2,3 Miliar. 

"Dalam pemeriksaan ditemukan bahwa ada penerimaan uang diluar waktu 2015-2017, namun ada penerimaan uang pada tahun 2018. Nah ini tidak masuk dalam dakwaan. Jadi nanti akan kita buktikan dalam persidangan," sambungnya.