Sidang Perdana Bunda Merry Dijaga Ketat, PH Ajukan Penangguhan Penahanan 

Aparat jaga ketat persidangan/ Ist
Aparat jaga ketat persidangan/ Ist

Sidang perdana aktivis perempuan, Bunda Merry, Kamis (18/8) dipadati massa. Puluhan polisi berjaga mulai dari pagar Pengadilan Negeri (PN) Kotabumi, Lampung Utara hingga gedung persidangan.


Tiga penasehat hukum (PH) Bunda Merry, Gunawan Pharrikesit, Ardiansah, dan Fachrurozi, sempat menyatakan dakwaan seperti main-main dan tidak menguasai substansi persoalan.

"Dalam persidangan tadi kami meminta majelis hakim mencatat penolakan kami terhadap dakwaan. Itu karena dakwaan terkesan dipaksakan dan bertolak belakang dengan fakta yang ada," ujar Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan mengungkapkan, meski demikian tidak mengajukan eksepsi dan meminta persidangan langsung dilanjutkan pada tahap pembuktian.

"Insha Allah semua akan terungkap pada sidang pembuktian nanti, seperti apa fakta-faktanya" ujar Gunawan yang berlatarbelakang jurnalis ini.

Koordinator Tim Pengacara Pembela Ulama dan Aktivis mengatakan ratusan pendukung Bunda Merry hadir dengan tertib, meski kecewa dengan tidak dihadirkannya Bunda Merry secara offline di pengadilan. "Dan sudah kita ketahui para pendukung kebenaran itu membuktikan bahwa mereka berakhlak dan tidak membuat kerusuhan," tegasnya.

Sementara itu PH Bunda Merry lainnya, Ardiansyah, mengatakan Bunda Merry tak seharusnya ditahan. Dia dan tim hukum telah mengajukan penangguhan penahanan.

"Insya Allah Mahelis Hakim yang mulia mengabulkan permohonan penangguhan penahanan," katanya.

Bang Ava, panggilan Ardiansyah juga menginginkan perkara ini langsung ke pokok perkara. "Kami ingin proses persidangannya bisa cepat, jaksa juga menginginkan hal yang sama. Minggu depan, saksi-saksi," ujarnya.

Sedangkan PH lainnya, Fachrorozi, yang juga seorang ulama menyatakan, pengadilan merupakan benteng terakhir mencari keadilan didunia ini.

"Karena kami yakin dan percaya para Majelis Hakim akan membuat keputusan berlandaskan keadilan sesuai fakta-fakta yang Insha Allah akan terungkap secara terang benderang dipengadilan," tutup Facrurozi.