SMAN 1 Gedongtataan Pastikan Siswanya Tak Ikut Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Yahtar/RMOLLampung
Yahtar/RMOLLampung

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pesawaran melarang pelajar SMA sederajat untuk mengikuti demonstrasi menolak pengesahan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.


Pelarangan tersebut sebagai buntut atas aksi protes yang melibatkan sejumlah pelajar SMA pada 7-8 Oktober lalu di Kompleks Pemerintahan Provinsi Lampung.

Sekretaris Disdik Pesawaran, Yahtar menerangkan pelarangan itu sesuai Surat Edaran dari Disdik Provinsi Lampung tanggal 12 Oktober 2020.

"Dalam Surat Edaran, intinya  menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah untuk memantau kegiatan belajar mengajar siswa, guna mengantisipasi keterlibatan siswa dalam demonstrasi," terang Yahtar saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (12/10).

Dia menjelaskan, surat edaran tersebut memuat lima poin terkait langkah pencegahan agar siswa tetap fokus belajar dan tidak ikut dalam gerakan protes.

"Pertama, memastikan pelajar melakukan pembelajaran daring di rumah masing-masing. Mengoptimalkan pemeberian tugas agar siswa tidak keluar rumah. Lalu, melakukan absensi ketat saat pembelajaran daring," jelas Yahtar.

Selanjutnya, melibatkan orang tua siswa untuk mengontrol kegiatan belajar daring." Tak hanya itu, kita juga lakukan monitoring melalui koordinasi dengan seluruh Kepala sekolah untuk melaporkan jika ada hal penting yang butuh penanganan segera," pungkasnya.

Terpisah, Humas SMAN 1 Gedongtataan, Sri Wahyuni Ekowati membenarkan instruksi Disdik tersebut. "Sebetulnya sejak setengah bulan terakhir kami juga sudah berlakukan pembelajaran daring dan melakukan pengontrolan, tetapi instruksi ini dimaksudkan untuk lebih ketat mengawasi siswa," kata Ekowati.

Ia juga memastikan pelajar di sekolah tersebut tidak ada yang terlibat dalam gerakan protes terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Ya kami juga ingatkan kepada orang tua siswa untuk memantau anak-anak agar tidak terlibat demonstrasi. Takutnya anak-anak ini cuma jadi korban, karena kan belum mengerti betul apa isunya," katanya.