SMAN 1 Semaka Siap Jadi Mitra Teknokrat Dalam Program Metaverse For Education  

Metaverse for education di SMAN 1 Semaka/ Ist
Metaverse for education di SMAN 1 Semaka/ Ist

Metaverse merupakan dunia virtual yang di dalamnya orang-orang dapat bertemu, berkomunikasi, bekerja, dan melakukan kegiatan lainnya.


   

Beberapa negara telah mulai mengembangkan kota metaverse, bahkan Indonesia pun tengah merancang ibu kota negara metaverse.

Dalam hal ini, orang-orang dapat berada dan beraktivitas di kota metaverse ini secara virtual. Teknologi inilah yang dikembangkan oleh Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) untuk dapat dimanfaatkan dalam pendidikan.

Terkait dengan hal tersebut, UTI tengah gencar menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan berfokus pada Metaverse for Education.

Kegiatan PkM yang telah dilaksanakan yaitu pada Kamis (14/10) di SMAN 1 Semaka, Tanggamus. Kegiatan ini bermaksud mengenalkan teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran baik pada siswa maupun guru.

Lebih jauh, melalui program ini diharapkan sekolah dan dewan guru dapat mengaplikasikannya pada proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan PkM ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa UTI pengembang metaverse. Adapun dosen yang turut serta adalah Dr. Afrianto, SS., M.Hum. dan Auliya Rahman Isnain, S.Kom., M.Cs. 

Di satu kesempatan Kepala SMAN 1 Semaka, Sumarno, M.Pd. menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi mitra dalam program ini karena kegiatan ini memberikan dampak positif bagi para guru dan siswa.

Pada kegiatan ini, sebanyak 47 guru dan 120 siswa hadir dan mengikuti rangkaian acara. Selain menerima materi, peserta juga dapat langsung mempraktikkan alat yang disediakan oleh tim. 

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama Kemenko PMK RI, Forum Rektor Indonesia (FRI) dan Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) dalam tajuk mengenalkan teknologi Metaverse kepada Guru dan Siswa SMA di Provinsi Lampung.

Kegiatan ini juga merupakan aksi nyata Gerakan Mengajar berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa. Gerakan ini dimaksudkan untuk membantu sekolah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dan digitalisasi pembelajaran. 

Wakil Rektor UTI, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM. menyampaikan bahwa melalui kerjasama antara pemerintah, perguruan tinggi dan sekolah ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi optimal untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Mahathir juga menyampaikan bahwa UTI akan terus mengembangkan metaverse ini sebagai Langkah untuk berkontribusi dalam perkembangan pendidikan di Indonesia.