Soal Calon Komut Bank Lampung, Fahrizal "Buang Badan"




Fahrizal Darminto terkesan "buang badan" terkait pencalonannya sebagai komisaris utama (komut) Bank Lampung. Dia berpendapat OJK yang berkompeten menjawabnya.

Sekdaprov Lampung itu mencalonkan diri jadi komut Bank Lampung mewakili Pemprov Lampung sebagai pemilik terbesar saham Bank Lampung.

Orang dekat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi itu menanggapi pertanyaan awak media jelang Upacara HUT Satpol PP di PKOR Wayhalim, Senin pagi (9/03).

Fahrizal tampak terburu-buru dengan telapak tangan mengibas-ngibas ke arah awak media sambil mengatakan tanya kepada OJK.

Dia mengatakan dirinya tak berwenang menjawab seputar pencalonnya sebagai komut Bank Lampung tersebut.

"Tidak tepat, saya yang diwawancarai, tanya OJK atau siapa saja yang menentukannya," ujarnya kepada awak media yang mencegatnya.

Ditegaskannya lagi,"Saya tidak etis menjawabnya."

Fahrizal, pejabat karir, memicu polemik soal pencalonannya sebagai direktur utama bank milik Pemprov Lampung dan kabupaten/kota di Lampung tersebut.

[caption id="attachment_25615" align="alignnone" width="650"] Yusdianto/Net[/caption]

Alzier Dianis Thabranie, tokoh masyarakat, menilai Fahrizal tak tepat karena bisa terkena gaji double ketika menjabat sekdaprov sekaligus komut Bank Lampung.

Akademisi Fakultas Hukum Unila, Dr. Yusdiyanto, SH, MH mengatakan tak ada legitimasi Fahrizal bisa rangkap jabatan sebagai komut Bank Lampung.

Berbeda dengan pendapat Kepala OJK Lampung Indra Krisna.

Dia mengatakan Fahrizal memenuhi syarat dengan alasan bukan pelaksana pelayanan publik, tapi dalam posisi sebagai penanggungjawab.

Yusdianto membantah hal itu. Menurut akademisi ini, sekdaprov bukan penanggungjawab pelayanan publik. Gubernur penannggungjawabnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah No.18 Tahun 2016, sekda adalah pelayan administrasi, tandas akademisi HTN FH Unila itu.

Rekruitmen komisaris Bank Lampung sebelumnya terkesan sembunyi-sembunyi.

[caption id="attachment_30944" align="alignnone" width="800"] Kantor Pusat Bank Lampung/Ist[/caption]

Komisaris Independen Bank Lampung, Lukman Hakim mengakui proses rekruitmen sesui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa (LB).

"Rekruitmen dilakukan secara tertutup, tapi itu berdasarkan hasil RUPS LB," ujarnya.