Soal Palang Pintu Perlintasan Kereta, Pemkab Pesawaran Siap Kolaborasi dengan PT KAI

Kadishub Pesawaran Ahmad Syafei/ Rama
Kadishub Pesawaran Ahmad Syafei/ Rama

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Lampung Jarkasih mengatakan, palang perlintasan kereta api menjadi kewajiban Pemerintah atau Pemerintah Daerah (Pemda).


"Iya berdasarkan UU. No.23 tahun 2007 tentang Perkereta Apian, kewajiban perlintasan sebidang adalah kewajiban Pemerintah atau Pemda melalui Kementrian Perhubungan atau Dinas Perhubungan. PT KAI hanya sebagai operator," kata Jaka melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/9).

Ia mengatakan, sebelum melintasi perlintasan resmi terjaga, masyarakat dilarang menerobos apabila sirine telah berbunyi dan palang perlintasan mulai menutup.

"Saat melintasi perlintasan kereta api yang tidak terjaga, masyarakat wajib melihat kondisi kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang akan melintas," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran Ahmad Syafei mengatakan, terkait peristiwa kecelakaan lalulintas antara Kereta Api Penumpang dan Mobil Pajero Sport di persimpangan perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Gedung Gumanti Kecamatan Tegineneng, pihaknya langsung mengirimkan surat kepada PT KAI Lampung.

"Hari ini kita langsung menyurati PT KAI terkait bagaimana bisa bekerjasama membangun pintu perlintasan rel kereta api di Gedung Gumanti. Kalau mengacu pada UU No. 23 tahun 2007 memang benar jadi kewajiban Pemda. Tapi kan tidak semua Pemda punya dana untuk itu. Makanya kita akan kolaborasi apakah pintu dibangun PT KAI dan kita penjaganya atau gimana," kata Syafei.

Terpisah, Kapolres Pesawaran AKBP mengatakan, kecelakaan lalulintas tersebut telah ditangani Satlantas terkait evakuasi korban dan kendaraannya. Sedangkan kasusnya masih ditangani Satreskrim Polres Pesawaran.

"Sejumlah orang saksi telah dimintai keterangan untuk dilakukan proses hukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku," kata Pratomo.

Diketahui, Masinis Kereta Api Penumpang SA 6 Kuala STabas adalah Riski Pratama (35) warga Tanjung Baru Kota Bandar Lampung, dan sebagai Asisten Masinis adalah Wahyu Egi (32) warga Tanjung Karang Kota Bandar Lampung.