Soal Perpustakaan, Ketua Komite SDN Binjaiwangi Diteror

Pembangunan perpustakaan SDN Binjaiwangi/ RMOLLampung
Pembangunan perpustakaan SDN Binjaiwangi/ RMOLLampung

Indikasi kongkalikong pembangunan perpustakaan SDN Binjaiwangi Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus dengan pagu anggaran Rp 166.090.000, mendapat sanggahan.


Indikasi itu mulai dari kurang transparan, papan kegiatan tidak dipasang sebagaimana mestinya, tidak dilibatkannya komite sekolah setempat, pekerja dari luar pekon, ongkos tidak menggunakan HOK atau diborongkan.

Namun Kepala Satuan Pelaksana Layanan Pendidikan (KSPLP) Kecamatan Pugung, Nurhayati menyanggahnya.

Dia mengatakan, soal plang proyek yang disebutkan dalam pemberitaan RMOLLampung, sekarang silahkan dicek kembali.

Dia juga mengatakan, kalau pekerja itu ada juga warga pekon setempat.

"Tanggapan saya sesuai dengan jawaban kepala SDN Binjaiwangi, setelah dikofrontir,” singkatnya.

Sementara Ketua komite SDN Binjaiwangi, Nopan Anugrah mengaku mendapat teror dari seseorang tidak dikenal. Melalui telpon, orang itu mengaku dari orang yang peduli dengan Pekon Binjaiwangi.

"Saya ini orang yang peduli dengan Pekon Binjaiwangi, nanti kamu saya laporkan ke Kajari Tanggamus,” ucapnya menirukan teror itu.

Merasa terancam, dia menemui biro media online deklarasinews.com  yang berada satu pekon dengannya, dan menceritakan kejadian tersebut.

Media yang tergabung di Jaringan Media Online (DPC JAMO) Tanggamus, Selasa (8/9) mencoba mengonfirmasi Kabid Satpras Mulyadi.

Namun, menurut stafnya kabid dan kasinya sedang keluar melakukan monitoring.

Via sambungan telpon, Kasi Satpras Andi Susanto, mengatakan Kamis kami di lapangan, kalau mau konfirmasi bisanya hari Jumat (11/9).

Kepada media yang tergabung di Jamo, ia mengatakan, DAK swakelola itu namanya P2S (Panitia Pembangunan Sekolah) sudah pasti ada rapat-rapat pendahuluan, komite memang ada dalam kepantiaan.

“Kami mengSKan sudah ada rapat kepanitian, plang proyek juga harus dipasang di depan, kalau itu tidak ada itu kesalahan,” jelasnya.

“Terkait upah tukang, di RAB tidak disebutkan harian orang kerja (HOK) disana hanya ada, semisal pemasangan keramik sekian meter x sekian,” timpalnya.