Sony Mengaku Diminta Mustafa Carikan Dana Untuk Biayai Maju Pilgub

Saksi Sony Adiwijaya memberikan keterangan/ Faiza Ukhti
Saksi Sony Adiwijaya memberikan keterangan/ Faiza Ukhti

Sony Adiwijaya yang merupakan orang dekat Mustafa, mengaku diminta mantan Bupati Lampung Tengah itu untuk mencari dana guna membiayai maju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Lampung tahun 2018.


Pasalnya, biaya untuk pencalonan Mustafa sebagai gubernur, mahal. Namun, Sony mengaku dirinya bukanlah tim sukses Mustafa secara resmi. 

Pernyataan itu disampaikan Sony dalam sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi Mustafa, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang, Kamis (4/2).

Pernyataan itu keluar setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mendesak Sony bahwa tujuannya menemui Taufik Rahman (Kadis Bina Marga Lamteng) untuk membicarakan setoran fee proyek sebagai pembiayaan dalam pemenangan Pilgub.

"Dalam BAP (Berita Acara Perkara) ada dalam obrolan itu (Mustafa) bilang kalau politik itu butuh biaya, kamu jawab kok mahal juga ya politik, makanya kamu ketemu dengan Taufik," tanya JPU KPK sembari menunjuk berkas pemeriksaan.

"Iya, hanya sepintas, kemudian ketemu Taufik di daerah Antasari, ngobrol terkait rencana kegiatan dan saya diminta mencari rekanan," jawab Sony. 

Soni menjelaskan, ia kemudian bertemu Manager PT Sorento Nusantara Tafif Agus Suyono dan Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto alias Awi yang tertarik dengan proyek pembangunan jalan di Lampung Tengah. 

"Saya hanya fasilitator antara Taufik dan Tafif. Baru ada pertemuan antara Taufik dan Awi di Bukit Randu, membicarakan teknis komitemen fee," kata Sony. 

Setelah itu, ia mengaku diminta untuk menyerahkan uang total Rp5 miliar secara bertahap untuk Taufik melalui Rusmaldi kalian Ncus yang merupakan Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Lamteng. 

"Agustus 2017 Rp1 Miliar diserahkan di Bandarlampung oleh Stafnya pak Tafif, saya serahkan ke Ncus di jalur dua Korpri di pinggir jalan, saya cuma disuruh ngantar," ujarnya.